Friday, September 23, 2016

Puding Marsanda Puding Resep Keluarga




Sudah agak lama nggak masak agar-agar atau puding di rumah, jadi waktu dikasih tahu mau ada yang kirim paket puding, saya cukup excited. Berharap, puding yang datang sesuai dengan selera keluarga, khususnya anak-anak yang agak-agak picky untuk urusan kue-kue basah yang rasanya manis. Mereka cenderung lebih suka kudapan yang rasanya gurih dan asin soalnya.

Sudah hampir lupa dengan puding yang dijanjikan, jadi agak surprised juga waktu siang-siang rumah sedang sepi tiba-tiba ada paket puding datang. Terima kasih ya pak kurir. 

Sebentuk mangkuk plastik berwarna hijau cerah berisi puding dengan warna merah cabai, putih dan bintik-bintik hitam serupa buah semangka matang terhidang di hadapan. Kesan pertamaku :” Woow …”. Baru lihat nih puding dengan bentuk seperti ini. Di kemasannya yang sungguh eyecatching itu tertulis kata ‘Puding Marsanda’. “Aih, nama pudingnya lucu juga ya, mirip nama artis cantik itu, tanpa huruf ‘H’. 

Sebetulnya, kalau ada surprise macam ini maunya unboxing-nya di depan anak-anak. Seneng aja lihat ekspresi muka mereka yang drama banget setiap ada kiriman, apalagi kiriman makanan *xixixi. Tapi apa daya, rasa penasaranku tak tertahankan, akhirnya kemasan unik berwarna menyala itu kubongkar juga dan coba cicipi rasanya. 




Pertama-tama kagum sama konsep produk puding ini yang menyusunnya dalam keadaan sudah siap ciduk. Maksudnya puding di dalam kemasan berbentuk mangkuk itu sudah dalam keadaan terpotong-potong masing-masing berbentuk segi tiga dengan ukuran yang pas sehingga jika diambil langsung dengan menggunakan garpu misalnya dari kemasannya tanpa dipindahkan terlebih dahulu ke dalam piring atau tempat lain sudah bisa. Sangat praktis untuk dibawa dalam perjalanan kalau begitu ya.

Begitu mencecap rasanya, amboiii enaknya. Serius, lain dengan dugaan semula yang karena rupa warnanya yang nampak “menyala” kuduga rasanya pasti sangat manis. Ternyata tidak, rasa puding ini sesuai dengan selera saya karena rasa manis dan legitnya pas, nggak kurang atau kelebihan. Karena jujur, puding buatan saya dari resep turun temurunpun selalu diantara rasa manis dan legit itu. Kurang suka dengan puding atau kue apapun yang rasa dan baunya terlampau tegas. 





Saya langsung mengira, anak-anak pasti suka. Dan kalaupun suka, saya merasa tenang karena menurut produsennya, puding Marsanda dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Meski demikian, puding bisa bertahan 5-7 hari di dalam lemari es. Terdapat tanggal kadaluarsa pada kemasannya, so nggak usah khawatir soal kualitasnya ya. 

Hal lain yang membuat saya tenang juga adalah karena Puding Marsanda ini sudah tersertifikasi oleh Dinas Kesehatan dan memiliki TDI yaitu Tanda Daftar Industri yang menunjukkan bahwa produk ini dijamin aman untuk dikonsumsi. 

Nah kan, benar saja, begitu anak-anak dan suami pulang ke rumah mereka langsung antusias tuh kepingin mencoba juga Puding Marsanda-nya, dan nggak jauh dari perkiraanku mereka sukaaa pake banget pudingnya. Yummiii ….

Sejarah Puding Marsanda 


Puding Marsanda dirintis pertama kali oleh kakak beradik bernama Iwang dan Santi pada tahun 2015 dengan basis resep puding keluarga mereka sendiri  yang sudah dimodifikasi ke dalam bentuk dan warna yang menggugah cita rasa.

Nama Puding Marsanda sendiri berasal dari singkatan nama keluarga Santi, yaitu Marwan (suaminya), Santi dan Alifa (anak mereka) yang idgabungkan kemudian menjadi Marsanda. Sekilas memang mirip dengan nama seorang artis terkenal bernama Marshanda ya, tapi hal itu memang disengaja dengan berharap semoga usaha yang dirintis kelak akan seterkenal dan selaris artis bernama Marshanda itu. 

Iwang dan Santi sendiri merupakan dua dari 10 bersaudara dalam keluarga mereka, dan karena persaudaraan ini pula pemasaran Puding Marsanda cepat berkembang. Semuanya ikut terlibat dalam pemasarannya sehingga semakin lama semakin banyak orang yang mengenal puding yang enak ini.


Doc. Tribunnews.com


Eh tunggu dulu, ternyata Puding Marsanda ini punya banyak varian rasa lho, (saya sempat googling juga lihat ragam rasa, bentuk dan warnanya di website-nya) di antaranya adalah :


  • Puding Semangka Merah 
  • Puding Semangka Kuning 
  • Puding Rainbow
  • Puding Buah Naga Putih 
  • Puding Buah Naga Merah

Wah jadi penasaran saya sama puding variant lainnya, sama nggak ya rasanya, yang jelas puding semangka merah yang saya dan keluarga makan memang lezat koq.

Nah buat kamu yang penasaran juga dengan Puding Marsanda ini dan bingung belinya di mana, bisa singgah atau menghubungi produsennya di sini ya :


  • Rumah produksi  : Jl. Veteran di seberang BTW (Bogor Trade World) Gg. Barjo, Kecamatan Bogor Tengah
  • Website : www.pudingmarsanda.comFacebook : puding.marsanda
  • Instagram : pudingmarsanda
  • Email : pudingmarsanda@yahoo.com
  • Harga dalam IDR : Rp.35000,- (tidak termasuk ongkos kirim) / 800 gr.



Thursday, September 1, 2016

Menjaga Kebugaran dan Keceriaan Anak Bersama Cap Kaki Tiga Anak di KidZania


Rahma

Rahma namanya. Umur delapan tahun, dan hobi membaca apalagi membaca komik Miiko. Bisa betah menyimak cerita dan gambarnya tak peduli sambil duduk, berbaring di ranjang sampai nungging atau gaya sirkus di sofa sekalipun. Koleksi komik Miiko di kamarnyapun sudah bertumpuk dan demi menambah perbendaharaan komiknya itu Rahma rela menabung dan membeli seri terbarunya dari uang hasil tabungannya sendiri.

Di luar membaca, Rahma anak yang selalu riang dan sangat aktif. Sedang duduk dalam perjalanan di mobilpun mulutnya tak bisa diam, kalau tak membicarakan sesuatu dia akan mulai bernyanyi. Menyanyikan lagu apa saja yang dia suka. Dan jika kakaknya mulai mengeluh karena merasa Rahma terlalu berisik, Rahma akan menggelendot manja padaku dan berkata dengan memasang ekspresi cemberut :

“Kalau diam aja aku pusiiing Miii”

Begitulah Rahma, setiap hari setiap malam jika tidak sedang tidur pastilah menghangatkan hati keluarga dengan tingkah polah lucunya. 

Tapi semua itu jadi berubah jika Rahma sedang sakit. Siapa tak sedih jika anak sedang sakit ya. Begitupun dengan saya. Dulu yang paling sering menghinggapi Rahma adalah flu dan sariawan. Penyakit-penyakit yang gejalanya menunjukkan ada penurunan pada fungsi imunitasnya. 


Oleh sebab itu saya kemudian sangat perhatian dalam hal menjaga pola hidup terutama pola makan dan aktivitas anak-anak. 

Untuk menjaga kesehatan dan kebugaran Rahma khususnya, setiap hari saya menyediakan buah-buahan dan sayuran segar sebagai sumber vitamin dan makanan berserat yang meringankan organ pencernaannya. Membiasakan pola makan dan minum yang sehat adalah hal yang saya sungguh-sungguh terapkan  demi menjaga kesehatan tubuh anak. 

Termasuk tentang hal ini pula adalah dengan mewanti-wanti anak untuk tidak jajan sembarangan. Memberi tahu mereka ciri-ciri makanan dan minuman yang berbahaya untuk kesehatan bagi saya adalah kewajiban, karena kita tahu di banyak tempat sekarang banyak sekali makanan dan minuman yang tidak sesuai dengan standar kesehatan diperjual belikan. 
 
Selain menjaga pola makan dan minumnya, untunglah Rahma juga anak yang lincah dan energik. Sehingga tanpa saya suruh berolah ragapun badannya sudah terbiasa banyak bergerak. Meski demikian saya tetap sering mengajaknya mengikuti melakukan olah raga ringan di rumah seperti jogging dengan menggunakan treadmill ataupun skipping. Bahkan sekali-kali saya perkenalkan kepadanya beberapa gerakan yoga sederhana. Saya ingin dia punya semangat yang sama dengan saya, semangat bergerak untuk hidup yang sehat.

Pernah beberapa kali Rahma mengeluh tenggorokannya sakit dan lidahnya bengkak-bengkak karena sariawan. Saya pikir mungkin ini efek dari jajanan yang kurang baik yang dibeli Rahma tanpa sepengetahuan saya  atau mungkin juga karena dia kurang minum dan alpa memakan buah-buahan.

Jika mendapati keadaan seperti itu biasanya yang muncul pertama kali di benak saya adalah daya tahan tubuh anak saya sedang menurun, maka tindakan sayapun biasanya akan menyesuaikan, yaitu bagaimana caranya mendongkrak lagi daya tahan tubuhnya dengan cepat yaitu dengan segera memberikan makanan dan minuman yang bisa mengembalikan daya tahan tubuhnya kembali kuat seperti banyak mengkonsumsi buah-buahan, sayuran segar, makanan berkuah yang hangat seperti sup, bubur halus dan sebagainya serta satu minuman pereda panas dalam kesukaan Rahma; yaitu Larutan Cap Kaki Tiga Anak. Alhamdulillah dalam waktu tidak lama biasanya Rahma akan kembali bugar dan ceria lagi. 

Ya, memang Rahma yang aktif ini saya sadari tentu mengeluarkan energi yang banyak setiap harinya dan berpotensi membuat suhu tubuhnya cepat meningkat. Meski setiap hari saya menjaganya dengan mensuplai makanan dan minuman yang bergizi, tapi ada aja saatnya anak mengalami penurunan daya tahan yang kita nggak duga waktunya ya. 

Itu sebabnya saya selalu jadikan Larutan Cap kaki Tiga Anak sebagai antisipasinya kalau Rahma sudah menunjukkan gejala kurang enak badan.

Nah, ditambah lagi sekarang Larutan Cap Kaki Tiga Anak meluncurkan desain kemasan barunya yang lebih bernuansa kanak-kanak, Rahma semakin suka deh minumnya. Ya, kemasan larutan Cap Kaki Tiga Anak ini sekarang tampil dengan desain gambar dari tokoh-tokoh kartun Disney seperti Micky Mouse, Minny Mouse dsb.

Oya saya cukup surprised juga saat tahu bahwa ternyata larutan Cap Kaki Tiga Anak ini sudah mendapatkan penghargaan dari MURI sebagai pemegang rekor minuman pereda panas dalam untuk anak satu-satunya yang ada di Indonesia.

Larutan Cap Kaki Tiga Anak sekarang dengan desain gambar yang baru 




Nah, di antara yang paling disukai Rahma karena sesuai dengan kelincahannya itu adalah kegiatan outing class dari sekolahnya. Jadi dalam kegiatan di luar sekolah itu anak-anak termasuk Rahma punya kesempatan eksplorasi alam yang pastinya suasananya lebih menyenangkan daripada hanya duduk di dalam kelas. 

Saat Rahma duduk di kelas 2 SD setahun yang lalu, dalam kegiatan outing class bersama teman-teman sekolah dan guru-gurunya Rahma pernah mengunjungi dan bermain di KidZania Jakarta. Entah pengalaman apa yang sudah dirasakannya, yang pasti sejak pulang dari sana Rahma selalu ingin mengulang kembali semuanya. 

Itu sebabnya saat pada suatu hari saya menyampaikan pada si kecilku ini bahwa saya mendapat undangan ke KidZania untuk acara re-launching Cap Kaki Tiga Anak dan boleh membawanya serta, Rahma benar-benar kaget sekaligus gembira. Pokoknya, sejak dia tahu saya mengajaknya ke KidZania, tiada hari tanpa pertanyaan-pertanyaan :

"Mi, berapa hari lagi kita ke KidZania ?" ^_^

 

Tiba di KidZania





Pada tanggal 25 Agustus 2016 yang lalu, Rahma gembira luar biasa. Kenapa ? karena hari itu adalah D-day-nya dia bersama saya menghadiri undangan Re-Launching Police Station Cap Kaki Tiga Anak di KidZania, Mall Pacific Place Jakarta melalui komunitas Emak Blogger.  

Bersama saya dan Rahma, hadir pula teman-teman bloggers dan jurnalis dari berbagai media.

Bukan Cuma Rahma yang senang, sayapun sangat antusias dengan acara ini karena sesuai dengan salah satu tujuan Cap Kaki Tiga Anak untuk memberikan pengalaman baru bagi si kecil, maka saya akan melihat Rahma dan teman-teman ciliknya merasakan bagaimana memiliki profesi sebagai polisi di wahana baru KidZania; Police Station Cap Kaki Tiga Anak. 

Menurut humas Cap Kaki Tiga Anak, sebenarnya Establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak di KidZania Jakarta ini telah diresmikan bulan Juni tahun yang lalu, tetapi hadir kembali dalam rangka re-launching kemasan Cap Kaki Tiga Anak dengan kemasan yang baru yang lebih menarik dan lucu serta lebih sesuai dengan tema anak-anak. 

Setelah melewati ticket corner, saya, Rahma dan rombongan blogger beserta anak-anaknya memasuki arena KidZania yang begitu melewati gerbangnya kami semua yang sebelumnya berada di dalam mall biasa tiba-tiba merasa memasuki dunia lain, sebuah kota yang indah, yang megah dengan gedung-gedung pemerintahan, pertokoan dan perusahaan yang dicahayai lampu-lampu dan tembok dengan model klasik serta batu-batu jalanan yang artistik bak berada di kota-kota kuno di Eropa. 

Jika pandangan diarahkan ke atas, kita akan meliihat pemandangan langit malam yang begitu permai dengan awan-awan yang nampak berarak-arak. Ada sebuah pohon artivisial yang besar dan tinggi seolah-olah menyentuh langit berdiri tegak di tengah-tengah taman kota memayungi taman yang asri. Di taman yang luas dan asri penuh dengan pohon dan tanaman itu  diletakkan beberapa garden table tempat orang-orang bisa duduk-duduk berkumpul dan berbincang menikmati suasana praja di malam hari. 

Ahh, kesan pertama sudah menyenangkan begini, dan ini membuat anak-anak semangat dan tak sabar menanti acara mereka sendiri nanti di wahana-wahana profesi. 




Sebelum memulai acara inti, kami rombongan bloggers dan jurnalis dipersilakan oleh penyelenggara untuk menikmati sarapan pagi terlebih dahulu di sebuah cafe yang merupakan bagian dari kota KidZania. 

Saya sendiri memilih black coffee with creamer untuk menambah semangat serta sejumput kecil cake. Untuk Rahma, saya memilihkan penganan serupa hot baked cheese dan sebotol air putih.  Mungkin karena udara pagi yang masih dingin serta pengaruh air conditioner di dalam ruangan membuat Rahma lapar kembali dan lahap memakan hidangan, padahal sebelumnya sudah sarapan juga lho hehe.

Selama mengudap sarapan saya mencoba mengingat-ingat lagi rundown acara re-launching yang sempat saya tanyakan kepada penyelenggara di luar area KidZania. Ada beberapa sessi yang akan digelar dalam event re-launching kemasan baru Cap Kaki Tiga Anak ini,  di antaranya adalah :
  1.  Opening Speak 
  2. Pertunjukkan teatrikal Kino dan Bajak Laut
  3. Sambutan dari perwakilan Cap Kaki Tiga Anak dan Presdir KidZania
  4. Perkenalan kemasan dan logo baru Cap Kaki Tiga Anak.
  5. Penanda-tanganan Surat Kerjasama antara Cap Kaki Tiga Anak dari PT. Kino Indonesia Tbk dengan KidZania Jakarta. 
  6. Lomba mewarnai kaleng untuk anak-anak. 
  7. Peluncuran kemasan dan logo baru Cap Kaki Tiga Anak di Police Station KidZania
  8. Pemaparan pakar psikologi anak tentang pentingnya peran orang tua dalam mengasah kreativitas anak. 
  9. Pengenalan wahana dan profesi baru di Police Station Cap Kaki Tiga Anak kepada anak-anak. 
  10. Eksplorasi theme park KidZania Jakarta 
Selesai kami sarapan, saya dan Rahma berpisah setelah sebelumnya saya memberikan beberapa pesan kepada Rahma, karena saya akan mengikuti acara re-launching di gedung Metropolitan sementara Rahma sudah bisa eksplorasi taman bertema di seluruh area KidZania. 

Rahma sarapan dulu ya :-)



Re-Launching Kemasan Cap Kaki Tiga Anak







Acara penanda tanganan surat kerjasama Cap Kaki Tiga Anak dan KidZania melibatkan seluruh undangan yang terdiri dari jurnalis dari berbagai media dan para bloggers di dalam gedung Metropolitan Theater KidZania. 

Saya memasuki gedung itu yang interiornya menyerupai balai opera dengan nuansa warna yang klasik antara cream pada dinding dan plafonnya, warna coklat kayu pada parket panggungnya serta merah menyala pada tirai-tirai pentasnya, ditambah dengan hiasan lampu nan berkilauan di sana-sini menambah indah suasana di dalam ruangan. 

Senang rasanya, saya beberapa kali berhasil mengambil gambar dengan mempergunakan background di beberapa sudut ruangan ini. 
 
Narsis dulu di dekat panggung pertunjukkan



Setelah semua hadirin berkumpul, acara pertama dimulai dengan menampilkan sebuah pertunjukan teatrikal yang menarik tentang dua pengelana yang terdampar pada petualangan seru bertemu dengan tiga bajak laut dan penghuni Never Land. 

Ada beberapa adegan lucu di dalamnya yang berhasil membuat penonton termasuk saya tertawa, ada juga adegan dimana setiap orang yang dua pengelana temui itu merasakan gejala panas dalam, maka keduanya akan menawarkan minuman penawarnya, yaitu Larutan  Cap Kaki Tiga Anak. 



Hadirin diajak bajak laut berdiri
 dan tertawa melihat kelucuan mereka

Setelah pertunjukkan teatrikal berakhir, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Ibu Merliana selaku General Manager Marketing PT. Kino Indonesia, Tbk dan Bapak Kerry Riza selaku President Direktur KidZania Jakarta lalu dilanjutkan dengan peresmian kemasan baru Larutan Cap Kaki Tiga Anak. 

Ibu Merliana selaku General Manager Marketing PT. Kino Indonesia, Tbk menyatakan dalam sambutannya sebagai berikut :

Kegiatan ini merupakan perwujudan dari PT. Kino Indonesia, Tbk yang peduli terhadap tumbuh kembang anak dewasa ini dimana perkembangan teknologi yang semakin membuat gaya pertumbuhan anak semakin akrab dengan gadget dan sedikit melupakan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Melalui campaign Masa Kecil Cuma Sekali, Cap Kaki Tiga Anak ingin mengajak para bunda dan anak untuk mengikuti aktifitas-aktifitas baru untuk menciptakan pengalaman baru yang dapat memberikan warna pada masa pertumbuhan si buah hati karena #masakecilanakcumasekali.

Ibu Lani berjanji bahwa Cap Kaki Tiga Anak akan selalu berkomitmen untuk memberikan produk yang berkualitas dan mendukung hal-hal yang positif bagi anak Indonesia.

Sementara itu, Bapak Kerry Riza selaku Presiden Direktur KidZania Jakarta dalam sambutannyapun menyatakan bahwa :

Wahana baru KidZania yaitu Establishment Police Station Cap Kaki Tiga Anak tak hanya akan melatih fisik dan membuat bugar saat menangkap penjahat saja namun juga berperan mengembangkan logika berpikir anak dimana mereka mesti mengumpulkan clue, menganalisa dan menyimpulkan lokasi penjahat untuk kemudian menangkapnya. Selain itu berperan sebagai polisi berarti memerangi kejahatan yang mana dapat membentuk karakter anak sebagai pribadi yang baik dan peduli terhadap sekitarnya“.

Prosesi acara diakhiri kemudian dengan penyerahan City Key dari Bapak Kerry Riza kepada Ibu Meliana dan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama antara PT. Kino Indonesia yang diwakili oleh ibu Meliana dan KidZania Jakarta oleh Bapak Kerry Riza yang disaksikan oleh Legal Director Kidzania of Jakarta; Bapak Herdiyan. 


Sambutan oleh Bapak Kerry Riza, Presiden Direktur KidZania Jakarta dan Ibu Meliana selaku General Manager Marketing PT. Kino Indonesia Tbk.

Penanda tanganan surat kerjasama dan penyerahan city key oleh presdir KidZania kepada pihak capk Kaki Tiga Anak serta peresmian kemasan dan logo Cap Kaki Tiga Anak.


Bersama bu Marliana, General Manager Marketing PT Kino Indonesia Tbk dan Pak Kerry Riza, Presiden Direktur KidZania Jakarta

Bersama teman-teman bloggers

Moment kesepakatan bersama ini masih berlanjut pada area “outdoor” KidZania tepatnya di “halaman” Police Station Cap Kaki Tiga Anak dengan rangkaian acara Hand Scanning re-opening Larutan Cap Kaki Tiga Anak Police Station of KidZania Jakarta. Begitu scanning dilakukan terbukalah tirai berwarna biru yang menutupi grand board police station itu dan tepuk tangan para hadirinpun menyambutnya. 

Seusai pembukaan tirai yang menandakan peresmiannya, Ibu Efnie seorang pakar psikologi anak yang menjadi nara sumber pada kesempatan re-launching ini berkesempatan menguraikan tentang bagaimana pentingnya peran orang tua dalam tumbuh kembang anak termasuk dalam hal menumbuhkan kreativitas mereka.

Masa kecil merupakan masa yang indah bagi anak-anak karena pada masa inilah ikatan kasih sayang antara orang tua dan anak dibentuk yang menjadi dasar emotional attachment orang tua dan anak pada usia dewasa kelak. Pertumbuhan anak-anak harus digarisbawahi menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Salah satunya ialah dengan melatih anak untuk berfikir dan melakukan hal-hal yang kreatif sehingga anak sejak kecil akan terbiasa melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, hal tersebut yang menjadi dasar dalam proses berpikir ketika mereka dewasa. 

Selain itu, melakukan hal yang sama secara berulang dalam rutinitas keseharian akan menimbulkan kejenuhan tersendiri bagi anak, oleh karenanya anak membutuhkan variasi dalam melakukan hal apapun. Disinilah peran Ibu menjadi sangat penting dalam menciptakan pengalaman baru bagi sang anak khususnya pengalaman yang dapat mengasah kreatifitas anak, karena hal ini dapat mengoptimalkan kecerdasan, membuat anak lebih bahagia dan percaya diri serta menciptakan ikatan yang kuat antara orang tua dan anak melalui proses orang tua mendampingi anak saat berkegiatan kreatif.”



Lomba mewarnai kaleng untuk anak-anak dan para juaranya. Horeeee ....



Police Station cap Kaki Tiga Anak
Keren ya

Relaunching Police Station Cap Kaki Tiga Anak dan
Uraian pakar psikologi anak tentang pentingnya menstimulasi kreativitas anak.

 
Bloggers and their adorable kids 
Halloo kalo kamu sakit panas dalam, minum aku yaa ...


Menjadi Polisi di Police Station Cap Kaki 3 Anak KidZania


Usai acara re-launching Cap Kaki 3 Anak, Rahma dan teman-teman cilik lainnya berkelompok “melamar” pekerjaan ingin menjadi polisi di Police Station KidZania. 

Dengan bimbingan Komandan Polisi  yang baik Rahma dan teman-teman berbaris, melakukan absensi dan mendapat briefing tentang bagaimana caranya menjadi polisi yang baik di kota KidZania dan bagaimana caranya menangkap pencuri yang mengganggu keamanan kota. 

Gemas rasanya memandang wajah-wajah lucu nan serius anak-anak menyimak arahan Komandan Polisi mereka. Apalagi saat Pak Komandan  memperkenalkan penjahatnya, anak-anak dibuat  tertawa-tawa melihat tingkahnya. 

Nah, setelah briefing selesai anak-anak dipersilakan mengenakan baju seragam polisi Cap Kaki 3 Anak KidZania. Rahma sendiri sudah bisa memakai baju seragam dan topi polisinya sendiri. Aih kerennya anak-anak kalau jadi polisi Indonesia ya. 

Daan yang seru lagi adalah waktu polisi-polisi kecil ini ditugasi menangkap sang pencuri. Polisi ciliknya dibagi dua kelompok ada yang bertugas mengejar pencuri dan ada yang ditugasi mengawasi monitor pelacak, kebetulan Rahma ditugaskan untuk mengawasi monitor pelacak, dan dengan antusias Rahma mengawasi kemana arah si pencuri lari serta menginformasikannya kepada petugas lapangan yang sedang mengejar. 

Berkat kekompakan semua petugas baik yang di lapangan maupun pengawas monitor akhirnya sang pencuri bisa tertangkap. Yeaayyy seruuu …. !




Rahma The Policegirl 



Menjelajah Profesi


Usai menjadi polisi, Rahma bersemangat untuk mencoba profesi-profesi lain, seperti menjadi pilot, dokter anak, pemadam kebakaran, pemanjat gedung, bekerja di pabrik minuman dan jadi karyawan di pabrik donat. 

Oya, sebelum menjelajah ke wahana-wahana profesi Rahma menukar cek dulu ke bank BRI KidZania sebagai modal awal dan mendapat beberapa lembar mata uang yang dengan satuan Kidzos yang hanya berlaku di area KidZania. 


Rahma menukar cek ke bank BRI dengan mata uang Kidzos. Waah banyak juga ya, ditabung ya neng terus kerja yang giat supaya nambah lagi uangnya.



Rahma jadi karyawan di pabrik donat

Dengan antusias dia mencoba semua profesi-profesi itu bersama seorang teman mungilnya yang lucu yang baru dikenalnya di KidZania yang namanya Glowy. Cantik ya namanya. Tentu saja secantik anaknya. Glowy ini anak dari blogger yang saya baru kenal di event re-launching juga yaitu mbak Lily Kanaya.

Rahma dan Glowy, berdua mereka antri dan saling support saat menjadi pemanjat gedung. Uuhh serunya ternyata ya menjadi pemanjat gedung itu. Jujur saya speechless melihat Rahma dengan lincah tanpa rasa takut  memanjat gedung setinggi itu dan berhasil membunyikan loncengnya serta turun kembali dengan lancarnya. 


Go Rahma gooo ....


Rahma dan teman-teman dari sekolah lain di dalam bis 

Selesai memanjat gedung, Rahma dan Glowy lalu antri lagi berdua di wahana profesi pemadam kebakaran.  Sayang, di antara semua profesi itu hanya menjadi profesi pemadam kebakaran yang tidak bisa terwujud karena jumlah antrian yang panjang sementara Rahma dan Glowy sudah merasa capek berdiri mengantri. Akhirnya mereka memutuskan untuk menuju wahana profesi lain. 

Meski Rahma tak bisa merasakan seluruh profesi tapi dia senang sudah berkesempatan menjadi pilot pesawat Garuda Indonesia, menjadi polisi, menjadi karyawan pabrik donat, karyawan pabrik minuman yoghurt, pemanjat gedung (bahkan sampai dua kali) serta jadi dokter anak. Sampai tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 14.00 wib.

“Neng, pulang yuk. Aby udah jemput tuh" ujarku.

“Yaa … aku masih mau main Miii” Rahma menggelayut manja.

“Iya, lain kali kita ke sini lagi ya, kan kita udah dari pagi main di sini” bujukku sambil menyodorkan lagi minuman Cap Kaki Tiga, berharap kondisi badannya tetap fit meski sudah berjam-jam menyusuri theme park dengan ragam suasana itu. 

Dan akhirnya, meski dengan berat hati Rahma mau juga diajak pulang. Semoga dalam waktu yang tidak lama Rahma bisa balik ke KidZania lagi yaa. 

Terima kasih Larutan Cap Kaki Tiga Anak dan KidZania Jakarta, terima kasih juga untuk komunitas Emak Blogger yang sudah berkenan mengundang kami semua. Semoga bertambah sukses dan selalu bisa hadir untuk menjadi tempat bermain dan belajar anak-anak Indonesia ya. 

Good luck ...



Sampai jumpa lagi ya

Cap Kaki Tiga Anak





KidZania Jakarta