Sunday, May 26, 2019

Rindu Salman-ku



Tiba-tiba rindu

Wudhlu di pancuran airnya yang sejuk hingga ke dalam kalbu.
Berjalan pelan di lantainya yang beku.
Dengan air wudhlu masih menitis di dagu. kudengar sayup sholawat mendayu-dayu.

Kala itu tempat sujud favoritku hanya di sudut itu.
Di sayap selatan berlantaikan kayu.
Menunggu imam sambil menyempurnakan mukenaku.
Menerka-nerka di raka'at keberapa akan jatuh air mataku.

Kucinta masjid ini lebih dari dugaan.
Setiap perniknya acap memanggil-manggil kenangan.
Sejak ulir kayu, anak tangga hingga menara nan menggapai awan.

Entah tersebab Ramadan atau terlalu orchestra indahnya masjid Salman.
Ku hanya bisa menitipkan pesan

Tuhan..
Salam rindu untuk masjid yang kusayang .



Thursday, May 23, 2019

Pegipegi Untuk Kemudahan Perjalanan Kita

Temans,  banyak sekali ya yang bisa kita syukuri hidup di masa sekarang ini. Terutama kemudahan-kemudahan yang disediakan buat kita di era internet dengan makin banyaknya aplikasi-aplikasi pelayanan publik.

Buat salah satunya para traveler atau pelaku bisnis, atau pegawai-pegawai pemerintah dan bahkan keluarga yang ingin liburan sekarang ada aplikasi yang bisa memudahkan mereka untuk melakukan perjalanan kemanapun dengan menekan tiketnya kapanpun dimanapun tanpa harus pergi dulu ke loket untuk membeli tiket.

Thursday, May 2, 2019

Cemburu

Citra rebah, dalam sengal nafas yang lelah.  Binar matanya memandang langit-langit kamarnya yang putih. Sunyi.

Dicobanya rileks, sejenak saja. Bagaimanapun berjalan kesana kemari  di pameran kerajinan Indonesia sesiangan tadi dengan high heels 10 cm-nya bukanlah hal yang ringan. Apalagi harus disambi memberikan presentasi ringan pada para pengunjungnya yang tak henti-hentinya berdatangan dan kepo dengan karya-karya seni yang ditampilkan.

Tuesday, April 30, 2019

Tentang Lagu

Lagu itu ...
Ahh lagu itu... 

Aku hampir tak percaya mendengarnya di sini. Di teras belakang sebuah mall yang menghadap lepas pantai Kuta, Bali.

Saturday, April 6, 2019

Semeleh

◎Semeleh Tanda Hidup Seseorang Mendapat Berkah Allah ◎

Perjalanan ke sebuah pesantren di Jawa Timur sana meninggalkan banyak sekali kesan mendalam. Salah satunya adalah kesadaran bahwa betapa kayanya bangsa ini dengan ragam bahasa, dalam hal ini bahasa Jawa.

Mendengar Sang Kyai menyampaikan taujihnya dengan silih berganti menggunakan antara bahasa Indonesia dan Jawa, namun saya dan sepertinya kebanyakan jama'ah menerima limpahan kata Pak Kyai sebagai bahasa rasa.

Thursday, March 21, 2019

Sedia Mebo Sebelum Luka Bakar


Tersenggol pinggiran setrika panas atau terpercik minyak goreng panas waktu sedang menggoreng ikan sudah jadi hal biasa buat saya di rumah.

Bahkan saat anak-anak masih kecil, ada saja insiden yang berkaitan dengan mereka dan luka bakar. Entah karena terkena knalpot motor ayahnya yang masih panas atau menyentuh peralatan yang panas lainnya.

Ada kejadian yang sampai sekarang saya sesali Dan selalu membuat sedih, yaitu waktu Zahra masih berumur sekitar 2 tahun, tanpa saya sadari karena sedang melipat pakaian yang baru disetrika,  Zahra memegang permukaan setrika yang masih panas walaupun sudah dicabut kabelnya tapi masih dalam keadaan panas hingga punggung telapak tangannya luka bakar.

Saat itu saya tidak sedia obat luka bakar di rumah, jadi menyiram tangan Zahra segera dengan air dingin di wastafel untuk menghentikan penyebaran panasnya lalu mengoleskan pasta gigi sebagai pertolongan pertama.

Apakah luka bakar Zahra sembuh karena pasta gigi itu? Tidak sodara-sodara. Baru sembuh setelah menggunakan obat dari dokter. Tapi walaupun sudah sembuh, luka bakar itu tetap meninggalkan bekas sampai Zahra remaja karena penanganan yang salah di saat awal.

Pada acara "Talkshow : Aksi Nyata Untuk Luka Bakar Anda" yang diselenggarakan di Watsons Mall Margo City Depok tanggal 17 Maret 2019 yang lalu dengan narasumber dr. Aryanto Habibie Sp.BP-RE dan Brand Manager Combiphar, Yosephine Caroline saya dan peserta lain mendapat penjelasan tentang penanganan luka bakar yang benar terutama di saat awal setelah kecelakaan terjadi.

Yang terpenting dari acara Talkshow itu kita jangan sampai mencoba mengobati luka bakar dengan cara yang ternyata cuma mitos seperti misalnya menggunakan tepung, kecap, mentega, atau pasta gigi seperti saya. Karena walaupun ada efek mendinginkan sementara tapi tetap saja, bahan-bahan tadi tidak bisa menyembuhkan luka bakar karena memang tidak diperuntukkan untuk itu.

Tentang luka bakar ini ternyata nggak main-main ya. Badan Kesehatan Dunia (WHO)  mencatat bahwa di Indonesia 195.000 jiwa meninggal dunia setiap tahun karena luka bakar.

Kebanyakan luka bakar terjadi karena kecelakaan/cedera yang tidak disengaja (unintentional injury) seperti yang terjadi pada saya dan anak-anak di rumah.

Anak-anak balita memang kelompok umur yang paling rentan terkena luka bakar karena mereka belum menyadari bahayanya, itu sebabnya kita para orang tua diwajibkan untuk selalu mendampingi dan mengawasi mereka saat sedang beraktivitas, serta menyiapkan obat luka bakar sebagai respon cepat jika kecelakaan terjadi.

Dalam Talkshow kemarin, dokter bedah plastik dr Aryanto Habibie Sp.BP-RE memperkenalkan Mebo, obat luka bakar dengan 3 (tiga)  bahan herbal yaitu Phellodendri chinensis Coptidis rhizome, Scutellariae radix, Minyak Wijen dan Beeswax.

Mebo adalah salep luka bakar yang sesuai dengan bahan dasarnya yang salah satunya adalah minyak wijen yang mempunyai khasiat menyerap sisa panas pada area luka bakar, sehingga bisa mengurangi tingkat keparahan luka bakar.



Mebo juga mengandung bahan alami tanpa antibiotik kimia yang dapat menyembuhkan dan meminimalisir luka bakar ringan dan luka bakar berat.

Mebo ointment dapat mempercepat penyembuhan luka, meredakan rasa nyeri, dan menyerap sisa panas pada area luka. Mebo ointment membuat area luka menjadi moist/ lembab yang dibutuhkan dalam penyembuhan luka sehingga pemulihan jaringan menjadi lebih cepat dan lebih baik serta meminimalkan potensi terjadinya bekas luka.

Mebo juga memiliki anti-radang dan membantu regenerasi sel (pertumbuhan jaringan baru). Memberikan suasana moist (lembab) pada area luka sehingga mempercepat pemyembuhan luka.

Dalam Minyak Wijen terdapat kandungan β-sitosterol yang berfungsi mengurangi peradangan pada luka bakar seperti adanya pembengkakan, kemerahan, gatal, serta meredakan rasa nyeri. Kandungan lipid serta vitamin E dan K berfungsi sebagai sumber nutrisi yang dibutuhkan untuk sel-sel pada kulit serta menunjang pemulihan jaringan, sehingga mengurangi potensi timbulnya bekas luka.

Mumpung ada di Watsons saya sendiri cepat-cepat membeli Mebo untuk persediaan di kotak P3K Di rumah. Saya ingat kata-kata Ibu Yosephine, bersedia Mebo di rumah itu investasi karena Mebo tahan disimpan di kulkas (jika telah digunakan) selama 3 tahun. Jika dalam 3 tahun itu ada anggota keluarga yang terkena luka bakar, kita sudah punya solusinya.

Istilahnya, sedia Mebo sebelum kena luka bakar.  Nah, kamu sendiri bagaimana ?

Untuk informasi lebih lengkap silakan kunjungi website www.combiphar.com serta akun media sosial Combiphar di Instagram, Facebook dan YouTube