Tuesday, May 16, 2017

Rahasia Pasangan yang Bahagia dan Setia Sampai Tua


Rahasia pasangan yang bahagia dan setia sampai tua - Suka lihat gak sih pasangan yang sudah sepuh yang lagi jalan berdua bergandengan tangan ?, atau pernah lihat juga gak pasangan lawas yang asyik ngobrol berdua di ruang keluarga, yang eyang laki sambil nonton TV, eyang putrinya merenda dan duduknya deketan ? Atau pernah gak,  lihat pasangan lansia yang berdiri di depan kaca etelase toko sedang perhatiin benda di balik etelase lalu mereka saling berpandangan lantas tertawa bersama?

Gimana perasaanmu kalau lihat yang kayak gitu ? Seneng gak ? Baper gak ? Ikut bahagia gak ? Iya bahagia kan ?  Sama dong kayak saya 😊.  Apalagi yang kayak begitu itu ibu sama ayah sendiri,  nenek sama kakek sendiri. Wong lihat orang lain aja seneng ya. (Di-underline and bolt ya,  yang saya bahas ini soal pasangan sepuh yang bahagia dan setia,  bukan cuma setia aja tapi kurang bahagia,  karena ada juga pasangan yang awet tapi tiap hari ketus melulu sama pasangannya atau enggak saling peduli lagi).

Nah,  menurutku,  cari kebahagiaan itu gak usah jauh-jauh juga bisa.  Melihat kebahagiaan orang lain semisal lihat pasangan lansia yang tetep rukun sampai usia senja kayak tadi juga ternyata bisa bikin kita sama bahagianya ya 😃.  

Tapi koq sekarang kayaknya jarang ya nemuin pasangan seperti itu ?  Yang di beritain di media-media atau mungkin malah kejadian sama teman or kerabat sendiri justru kabar-kabar perpisahan,  perputusan, atau perceraian. Yang heboh koq persoalan-persoalan perselingkuhan. Ngerasa gitu juga nggak Sahabat Goresanku? 

Tapi bersyukur ternyata prasangka itu gak sepenuhnya tepat. pasangan bahagia dan setia sampai tua itu ternyata banyak di sekitar kita.  Saya sering menemukan dan malah beberapa kenal dekat.  Pertama Mama dan Papa saya sendiri (gapapa ya KKN soal pamer 😀), tetangga di sekitar rumah,  tetangga-tetangga Mama,  teman Facebook,  teman blogger,  dan banyak lagi.  

Sekarang cerita tentang Mama Papa dulu.  Jadi kalau ingat gimana interaksi Mama dan Papa dulu itu suka geli sendiri sodara-sodara.  Mama orangnya periang,  senang cerita, menikmati hidup sedangkan Papa berkarakter tenang,  pendiam dan sedikit cuek. 

Mama orangnya semangat dan ambisius senang dengan hal-hal baru, Papa yang type konservatif, pecinta kenangan dan disiplin.

Sifat dan karakter mereka berbeda jauh,  tapi nggak bisa dipisahkan.  Walaupun bukan berarti dalam hubungan mereka nggak ada masalah,  ada sih kayaknya sesekali aksi diam-diaman gak tegur-teguran,  tapi gak pernah lama.  Kadang kita anaknya aja suka gak tahu mereka lagi gak enakan. 

Di hari tua mereka,  Mama dan Papa kemana-mana pergi berdua, ngerjain apa-apa berdua, tak terpisahkan.  Sampai tiba saatnya Mama sakit keras dan akhirnya wafat tahun 2011 dimana Papa tak pernah jauh darinya selama masa-masa berat itu dan hingga sekarang setelah 6 tahun berlalu nampaknya Papa masih memegang janji suci mereka. 

Sehingga kini Papa masih merawat cinta mereka dengan tetap menjaga barang-barang peninggalan yang pernah Mama beli bagaikan Mama masih ada di sisinya. 

Masih banyak lagi pastinya teladan-teladan kesetiaan cinta itu dari pasangan-pasangan di dunia ini, yang jauh maupun yang dekat. Bukan cuma di film-film,  bukan juga cuma di dunia drama Korea,  ada banyak di sekeliling kita cuma kurang ter-ekspose aja.

Pertanyaannya, mau nggak belajar dari orang-orang seperti mereka yang kehidupan cintanya "langgeng bahagia" ? Apa saja yang bisa dipelajari dari pasangan yang bahagia dan setia sampai usia senja seperti mereka ? Adakah rahasianya?

Rahasia Pasangan yang Bahagia dan Setia Sampai Tua : 

Banyak pakar psikologi yang mengatakan bahwa kunci kebahagiaan rumah tangga ada pada salah satunya komunikasi. Tapi seberapa intens dan bagaimana cara berkomunikasi dan berinteraksi itu kadang yang masih jadi PR buat banyak orang.

Nah,  Mari kita belajar dari orang tua - orang tua kita,  para pasangan bahagia yang setia sampai tua itu bagaimana mereka mengimplementasikan

1. Komitmen 


Kenapa komitmen diletakkan di point pertama ?  Karena banyak orang yang lupa,  saat kita mencintai seseorang dan bersepakat untuk menjadi teman hidupnya,  maka saat itu urusan kita dengannya bukan lagi soal suka atau tidak suka,  tapi tentang tanggung jawab yang melibatkan hati dan pikiran banyak fihak bahkan termasuk melibatkan Tuhan. 

Ya kali kita berteman biasa aja suka ada masalah yang kadang bisa bikin salah paham dan konflik dimana kita harus menyelesaikannya dengan baik supaya gak ada yang tersakiti,  apalagi jika berkaitan dengan pasangan yang sudah menyediakan diri menemani kita seumur hidupnya.  

Pada orang-orang yang saling mencintai, sudah "fitrahnya" ada rasa memiliki yang kuat,  ada rasa cemburu,  ada rasa takut kehilangan.  Itulah mengapa dibutuhkan ada komitmen yang juga kuat dari keduanya untuk menjaga ikatan cinta mereka. 

Tapi,  kelebihan dari orang-orang yang setia pada cintanya adalah ada pada rasa tanggung jawabnya pada komitmen yang telah dibuatnya.  Seiring waktu berlalu hal-hal yang membuat kita jatuh cinta dulu pada pasangan bisa saja memudar karena banyak alasan,  bisa karena bosan,  bisa karena pasangan sudah tak secantik/seganteng dulu lagi,  bisa karena ternyata pasangan tak seperti yang kita harapkan sebelumnya. Rasa-rasa yang manusiawi. 

Tapi seseorang yang memandang sebuah hubungan dengan rasa tanggung jawab,  akan memperlakukannya dengan sebaik-baik perlakuan,  dengan sebesar-besar dedikasi dan integritas.  Saat ada masalah, atau mungkin godaan,  tak pernah terlintas dalam hati dan pikirannya untuk keluar dari komitmen itu, apalagi untuk mengkhianati kesetiaan.  Empatinya kuat,  menempatkan diri pada perasaan pasangan bagaimana kalau dia sendiri yang berada pada posisinya.  

2. Terbuka,  tak ada rahasia


Ya namanyapun suami istri,  teman hidup yang senang dan susah dinikmati dan ditanggung bersama,  sudah sewajarnya tak ada rahasia di antara keduanya. Kalau orang sekarang bilang "jangan ada password di antara kita" ahahaha.

Maksudnya di era komunikasi serba online sekarang termasuk soal akun sosial media, dan akun aplikasi chatt juga,  pasangan yang saling mencinta dan tak ada masalah dalam hubungan mereka tentu merasa tak ada perlunya menutupi apapun termasuk isi gadgetnya, isi akun sosmednya. Tak ada yang harus ditutupi.

Saya sendiri dan suamipun seperti itu,  bahkan kadang gadget dipakai bersama,  saling lihat isi WA group masing-masing dan cekikikan bareng kalau ada yang lucu.

Nggak bisa dipungkiri keterbukaan itu membuat hati tenang,  dan kepercayaan otomatis terbentuk.  Jadi benar  kalau ada yang bilang bahwa kepercayaan itu buah dari kejujuran. Nggak bisa kita suruh orang percaya sama kita,  tapi kelakuan kita sendiri mencurigakan.  Begitu juga dengan perkara gadget sebagai device yang sekarang ini sudah seperti bayangan yang selalu ikut kemanapun kita pergi.

3.Menjaga keakraban dan keromantisan


Ini berlaku dalam hubungan yang manapun sebetulnya ya.  Tapi yang saya lihat,  keakraban memang  ciri khas pasangan yang awet bahagia sampai usia renta. Meskipun keakraban dan keromantisan itu seiring bertambahnya usia bisa jadi berubah bentuknya.  Ya masa iya udah nenek-nenek tiba-tiba naik dan meluk punggung suaminya digendong ala-ala drama Korea 😁😜

Tersenyum adalah bahasa tubuh yang paling mudah dan menyenangkan. Biasakan murah senyum pada pasangan, dan lebih baik lagi ditambah dengan sentuhan di tangan,  ataupun pundak meskipun hamya sekilas saat berpapasan dimanapun dan kapanpun meskipun di dalam rumah,  dan meskipun hanya untuk bertanya dimana istrinya meletakkan kacamata baca atau bertanya  suaminya ingin dimasakkin apa.  So sweet nggak?  Ya sama siapa lagi mau sweet -sweet-an kalau nggak dengan pasangan sendiri ya 😊

Jadi to be romantic person tuh gak harus  selalu pake biaya, setiap hari bisa kita limpahkan buat pasangan terkasih yaitu dengan mengakrabkan diri kepadanya pada moment sesederhana apapun.

4. Senang berterima kasih


Sering berterima kasih pada pasangan itu juga bisa jadi salah satu sumber kebahagiaan lho, bukan cuma buat yang menyatakan tapi juga buat yang diterima kasihi. 

Saya suka lihat Mama saya kalau dikasih sesuatu sesederhana apapun oleh Papa  selalu ucap terima kasih dengan intonansi yang menampakkan kegembiraan.  Itu bikin Papa merasa pemberiannya diterima, walaupun pemberian itu misalnya hanya berupa sebutir pil obat penawar penyakit Mama.

Pengalaman dan ujian hidup mungkin juga yang bikin para pasangan lansia semakin menghargai keberadaan pasangan masing-masing ya.  Tapi hal ini tentu akan sulit dilakukan,  kalau tidak dibiasakan sejak usia muda. 

Pandai berterima kasih akan menyenangkan hati pasangan dan sebagai tanda orang yang pandai mensyukuri nikmat Tuhan. 

5. Tidak segan meminta maaf dan mudah memaafkan


Kalau memang merasa bersalah atas sesuatu,  pasangan kita orang yang paling dekat dan bertanggung jawab atas kehidupan kita tentu adalah orang yang paling berhak atas permintaan maaf itu. 

Jangan sampai rasa gengsi buang waktu kita baikan lagi sama pasangan.  Setiap detik waktu sangat berharga buat kita membangun hal-hal positif baru bersama.

Begitupun sebaliknya,  yang dimintakan maaf harus pula mudah memberikan kemaafan.  Orang yang meminta maaf sudah melapangkan hati terlebih dahulu,  sudah selayaknya yang dimintakan maaf tak mempersulitnya untuk menghukumnya.  

6.Hanya mengingat kebaikan pasangan


Siapa manusia di dunia ini yang bebas dari kekurangan ? Gak ada kan. Tapi saat jatuh cinta kekurangan itu tertutupi.  Baru saat memasuki pernikahan kekurangan dan keterbatasan itu terbuka.  

Orang yang mencintai dengan tulus, akan mudah bertoleransi dengan fakta yang ada pada pasangannya. Pada pasangan berusia lanjut, hal ini lebih nyata, bukan berarti mereka tak mengetahui kekurangan pasangannya tapi mereka mau menerimanya dan tidak membesarkannya. Yang diingat hanya kebaikan-kebaikannya,  bagaimana jasa dan pengorbanan yang telah diberikan di dalam hidupnya.  Itulah mengapa pasangan bahagia di usia tua mudah berterima kasih kepada pasangannya.

7. Menyimpan rahasia keluarga dengan baik


Ciri orang yang baik dan dewasa adalah tidak mudah mengumbar masalah apalagi aib pasangannya/keluarganya kepada orang lain bahkan kepada orang tua sendiri.

Sebisanya diatasi hanya oleh berdua sebagai tokoh utama yang menjalani perkawinan.  Kecuali permasalahannya terlalu besar (misalnya KDRT atau perselingkuhan) barulah memikirkan kepada siapa kita meminta pertolongan atau konsultasi yang pas.

Namun mencari solusi atas permasalahan rumah tangga hanya oleh suami dan istri saja tetaplah yang terbaik, selain terjaga aib keluarga juga mempersempit kemungkinan campur tangan orang lain yang subyektif dan kurang mengerti permasalahan serta akan mendewasakan kedua sejoli dalam menghadapi masalah dalam pernikahannya.

8. Saling mendukung hobi pasangan


Kebahagiaan orang yang dicintai adalah kebahagiaan diri sendiri begitupun sebaliknya , kesusahannya adalah kesusahan kita juga.  Itu sudah hukum alam (bukan mbah dukun) kayaknya ya.

Saat orang yang dicintai menyukai hobi tertentu,  biasanya pasangannya akan mendukungnya,  karena ya itu;  his/her happiness is my happiness also. Itu sebabnya banyak orang yang setelah lama menikah, terpengaruh dan terbawa oleh hobi pasangannya.

Dalam pernikahan yang bahagia , saling memberikan support pada kegemaran pasangan itu sebuah keniscayaan.  Meskipun masing-masing punya hobi yang beda,  tapi  pasangannya pasti akan menyediakan diri untuk menyokong hobi pasangannya.

Ada suami yang rajin antar jemput istrinya  yang hobi menulis ngeliput event blogger (lirik suami 😊, ada istri yang nemenin suaminya begadang nonton bola padahal sebetulnya dia bosan liatin 22 orang rebutan satu bola kayak anak kecil ajah 😂, ada suami yang mau repot motretin istrinya padahal dia bukan fotografer, ada istri yang selalu siap packing dan nemenin suaminya travelling atau hicking, ada suami yang mau bikinin kopi atau hot chocolate buat istrinya yang ngetik sampai malam (ini kedengerannya kayak yang nulis 😂. Pokoknya gitu deh, kesempatan apapun termasuk hobi pasangan bisa buat kesempatan menguatkan bonding diantara keduanya.

9.Selalu menyediakan waktu untuk bersama


Ini terdengar gampang,  tapi coba deh prakteknya gimana?  Dengan semakin banyaknya aktivitas masing-masing,  hal-hal yang dianggap gampang seperti semacam makan malam bareng di meja makan bersama pasangan dan anak-anak aja kadang makin susah . 

Tapi kalau point 9 ini diagendakan,  dijadikan salah satu prioritas demi keutuhan pernikahan,  dampaknya besar lho.  Semakin sering melakukan hal-hal bersama,  semakin banyak kenangan tercipta dan semakin kokoh jalinan cintanya.  

Apa yang bisa dilakukan bareng pasangan kita secara rutin ?  Banyak lah, bisa jogging bareng (gak harus tiap hari,  weekly aja sudah bagus),  travelling bareng,  nonton bareng,  dsb kamu lebih tahu apa yang menyenangkan dilakukan bersama pasangan kan 😃

Intinya, menyadari bahwa pasangan hidup adalah salah satu karunia besar dari Sang Pencipta itu perlu selalu ditiup hidupkan dalam ingatan,  supaya mudah kita mensyukuri pemberian itu dalam wujud memperlakukan pasangan kita dalam semulia-mulia tindak laku.

Dan dari para pasangan sepuh yang hingga kini cinta dan kasih mereka masih menyala kita terus belajar,  semoga kiranya Allah karuniakan pula cinta dan kebahagiaan sebagaimana yang telah dikaruniakanNYA kepada mereka.  Para pasangan bahagia dan setia sampai tua.  


Rahasianya menerima takdir baik dan takdir buruk yg sdh digariskan Alloh SWT.... (Ibu Nunuh Kartohadiprodjo) 





6 comments:

  1. Hanya mengingat kebaikan pasangan, ini mba yang belum 100 persen terlaksana dengan baik hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe sama mbak aku juga masih terus belajar.semoga dibisakan ya

      Delete
  2. Menyimpan rahasia keluarga memang itu juga kuncina sebaik seburuk apapun pasangan baiknya ditelan bulat bulat agar tidak ada satupun yg bisa ikut campur jika ada masalah krn pasti akan ada yg berat sebelah. ini tips keren smg aku n suami langgenh dan bahagia sll hingga nanti aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak kalo sudah ada orang lain yg ikut campur masalah keluarga malah kuatirnya jadi tambah kompleks masalahnya.

      Delete
  3. Wah aq baper bacanya n terima kasih tulisannya mengingatkan kita ttg arti pernikahan dan bagaimana mnjganya hingga tua

    ReplyDelete
  4. Duh pengen banget bahagia, mesra, romantis sampai tua sama pasangan. Harus dipraktikin nih tipsnya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di Goresanku ya ^_^