Thursday, March 31, 2016

Masa Kecil dan Keajaiban

Bicara masa kecil, buatku seperti bicara keajaiban. Iya, dulu semuanya terlihat ajaib buatku, ajaib apa aneh ya ? Pokoknya aku sangat menikmati masa kecilku yang rada absurd itu hihi.

Usiaku sekitar balita, tapi sudah dikarunia dua adik perempuan. Dulu itu, serasa diberi Tuhan sekaligus dua boneka. Si bungsu Vita masih bayi, tak boleh pengen ikut gendong, hanya bisa dipandang dari dekat, Tinna adikku kedua yang hanya berjarak  2 tahun usianya dariku baru seru, hanya dia yang bisa jadi teman bermainku. Dan kurasa hanya Tinna ini yang paling sering jadi korban percobaanku kalau sedang main salon-salonan atau rumah-rumahan di rumah hehe. Meski dia adik kecilku, tapi dia juga tempat pelipuranku jika aku dibuat sedih oleh teman. Dan dia juga teman tidurku satu pembaringan, yang jika aku ketakutan teringat cerita seram, aku hanya tinggal memegangi tangannya sambil komat-kamit merapal semua bacaan. Adikku, adalah keajaiban Tuhan buatku.

Saat itu keluarga kami tinggal menumpang di lahan milik nenek. Jadi orang tuaku dan anak-anak tinggal di sebuah pavilyun yang letaknya terpisah dari rumah utama Nenek. Meskipun begitu, kami merasa satu rumah saja dengan nenek dan kakekku karena setiap hari dari pagi sampai sore jika aku tak pergi ke sekolah pastilah bermain di dalam rumah Nenek. Ada sebuah pohon alpukat besar di halaman rumah nenek yang hampir setiap hari aku selalu duduk di bawahnya berjam-jam cuma buat liatin semut dan membayangkan mereka ngobrol satu sama lain. Kadang-kadang, aku bermaksud baik membuatkan mereka gua tempat berlindung dari pecahan genting dan batu, tapi herannya tak satupun yang berminat masuk ke dalamnya. Kalau sudah begitu, aku akan buatkan gua yang baru yang lebih bagus meski kakiku lama-lama terasa gatal dan pegal. Semut, adalah keajaiban Tuhan buatku.

Meskipun rumah nenek besar dan berada di perumahan dengan lingkungan dan rumah tetangga yang berkecukupan tapi kehidupan keluarga besar kami sendiri sebenarnya sangat sederhana. Sebagai keluarga yang mulai dari Nenekku, Mamaku, dan Papaku yang berprofesi guru (kecuali kakekku seorang pegawai di badan usaha milik pemerintah) gaya hidup kami jauh lebih terbatas  dari para tetangga yang waktu itu bisa dibilang serba ada.

Berkali-kali pernah bermain dengan teman-teman di rumah mereka dan aku selalu takjub melihat isinya. Sering terpukau bukan dengan mainan milik teman, malah asyik perhatikan petugas Telkom yang datang khusus hanya untuk membersihkan pesawat telepon putar milik ayah temanku itu. Memperhatikannya membuka cangkang gagang telpon dengan hati-hati, lalu mengeluarkan semacam tissue dan sebotol parfum lalu melap pesawat telpon itu pada setiap detailnya perlahan. Ahh, melihat itu jantungku berdebar-debar dibuatnya. Setelah selesai, lalu ia merapikan kembali gagang telepon itu dengan hati-hati dan meletakkannya di meja kembali.Berpuluh tahun kemudian,  dipikir-pikir, sampai saya besar dan punya rumah serta pesawat telpon sendiri, belum pernah tuh ada petugas yang datang ke rumah sengaja buat bersihin pesawat telponku. Aneh deh. Pesawat telepon temanku ternyata keajaiban Tuhan juga buatku.

Saat bulan Ramadhan tiba, di awal-awal  aku dan adikku diajarkan Mama Papa mulai berpuasa, duduk bersandar dekat lemari makan yang terkunci sekitar jam 2 siang adalah ritualku. Entah kenapa lemari makan yang di bulan-bulan lain terlihat dan terasa biasa-biasa saja, maka di bulan Ramadhan magnetnya begitu kuat luar biasa. Pernah di salah satu harinya Mama membeli dodol durian yang wanginya melelehkan iman, dan seperti biasa Mama mengeluarkan jurus teganya, mengunci dodol durian itu di dalam lemari makan. Meski masih kelas satu SD, tak ada niatku membatalkan puasaku, aku cuma ingin mencium aroma wanginya. Masalahnya, saking kepinginnya cium wangi itu dodol durian aku sampai mengerahkan kursi-kursi makan bertumpuk-tumpuk hingga akhirnya ambruk dan kepalaku benjol dibuatnya. Waktu itu, aku mengakui kuatnya benteng lemari makan. Buatku, lemari makan Mama adalah keajaiban Tuhan juga.

Saat bulan Ramadhan menjelang di penghujungnya, Papa membawa Mama, aku dan adik-adikku mudik ke kampungnya. Mudik bukan memakai mobil pribadi, tapi menumpang mobil umum (kami menyebutnya mobil Elf) yang penumpangnya dijejer lebih dari ikan pindang. Wah itu pengalaman seru sekali, karena jalanan menuju kampung Papaku jalannya berbatu-batu, maka jadilah di sepanjang jalan itu kami terguncang-guncang ke sana kemari, tapi berhubung penumpang Elf itu padat sekali yang ada sering buat aku dan adikku geli dan tertawa-tawa kencang dibuatnya, dan itu menular membuat penumpang lain tak bisa menahan senyum bahkan ikut tertawa bersama kami. Kamu tahu ? bagiku Elf adalah keajaiban.


Tiba di terminal akhir, biasanya aku dan adikku sering meminta Papa untuk menempuh sisa perjalanan dengan berjalan kaki, meskipun jarak dari terminal ke rumah Kakek dan Nenek di kampung Papa masih cukup jauh. Alasannya Cuma satu, karena ingin menyusuri sungai kecil di sepanjang perjalanan menuju rumah Kakek dan membayangkan ada bangsa liliput yang hidup di sepanjang sungai itu. Ya, aku punya liliput dalam sungai rumah Kakek yang selalu kurindukan dan buatku semangat setiap jelang lebaran. Buatku, sungai Kakek dan liliput adalah keajaiban.

Ya, bicara masa kecil buatku bermakna bicara keajaiban. Bahkan hingga sekarang kurasa keajaiban itu terus mengikutiku. Saat melihat anak-anakku mulai bertingkah sepertiku. Aahh, Tuhan, buatku anak-anakkupun adalah keajaiban kehidupan. 

Cara Cermat Memilih Harga Oven Hock Terbaik

Cara cermat memilih harga oven Hock terbaik - Sedang mencari oven Hock yang baik untuk membuat kue dan kebutuhan memasak yang lain ?. Saat ini ada penawaran berbagai pilihan oven Hock yang  bisa kamu beli sesuai kebutuhan lho. 

Karena setiap toko menawarkan kisaran harga oven Hock yang bervariasi, tentu saja kita harus lebih cermat dalam memilih penawaran terbaik ya, sehingga oven Hock yang kita cari bisa didapat dengan harga yang kompetitif. 

Berikut ini beberapa cara cermat yang bisa dilakukan untuk menemukan penawaran harga oven merek Hock yang kamu cari, yaitu :

  1. Tentukan tipe oven Hock yang ingin dibeli. Mengenali kebutuhan perlu dilakukan sebelum membeli suatu produk, termasuk oven Hock yang kamu butuhkan saat ini. Kenalilah tipe oven Hock yang ingin dibeli berdasarkan kebutuhan pemakaian oven yang kamu miliki, misalnya untuk kebutuhan rumahan sehari-hari atau untuk kebutuhan produksi usaha dan lain-lain. Dengan mengenali kebutuhan tersebut, tentu saja kamu akan mengetahui dan lebih mudah menentukan oven Hock seperti apa yang akan dibeli, baik dari segi spesifikasi, kapasitas dan typenya  masing-masing sehingga pemakaiannya akan terasa lebih tepat guna dan efektif. 
  2. Ketahui kisaran harga oven yang dicari, mencari tahu kisaran atau gambaran umum harga oven kompor Hock yang kamu cari harus dilakukan agar penawaran terbaik bisa diperoleh dengan mudah dan efektif. Mengetahui kisaran harga oven yang akan dibeli juga menjadi modal atau patokan dasar yang dapat anda manfaatkan dalam memilih penawaran harga terbaik dari masing-masing toko yang nantinya akan dikunjungi. Namun, pastikanlah kisaran harga oven yang kamu cari berasal dari sumber yang terpercaya, misalnya website resmi oven Hock, katalog atau sumber informasi lainnya.
  3. Bandingkan harga dari masing-masing toko. Penawaran harga dari setiap toko yang menjual oven Hock atau kebutuhan rumah tangga yang lain tentu saja berbeda dan sangat variatif. Apabila kisaran umum seputar harga produk telah kamu kantongi, maka bandingkanlah setiap penawaran harga yang diberikan oleh masing-masing toko elektronik terdekat untuk mendapatkan penawaran harga yang lebih menarik. Biasanya, saat ini berbagai promo harga oven dan berbagai kebutuhan lain ditawarkan oleh berbagai toko untuk meningkatkan daya saing sehingga penawaran harga yang kompetitif pasti bisa kamu temukan dengan baik.
Nah, demikian tiga tips diantara berbagai macam cara yang bisa kamu lakukan dalam mencari dan memilih penawaran harga oven Hock yang terbaik. Cara-cara di atas perlu dilakukan dengan cermat untuk mempermudahmu dalam mendapatkan oven Hock yang berkualitas tinggi sesuai dengan budget yang kamu miliki. Dengan begitu diharapkan oven Hock yang kamu cari bisa ditemukan dengan penawaran harga menarik sehingga kebutuhan memasak atau membuat kue yang enak dan berkualitas di rumah menjadi semakin terpenuhi.

Selamat memilih ya.



Oven HOCK No.3








Wednesday, March 30, 2016

Panduan Memilih Mobil Favorit Keluarga

Saat masih pengantin baru hingga dikarunia anak putri pertama, kesana kemari hanya dengan menggunakan kendaraan roda dua enggak masalah. Apalagi kalau ada acara keluarga besar bersama, numpang di mobil kakak (dan kebetulan kakak iparku banyak pula hehe) ke mana-mana senang-senang aja. Bener-bener keluarga kecil sederhana nan bahagia tapi nyusahin orang.

Lama-lama aku dan suami mikir juga, koq rasanya nggak enak ya jadi beban orang lain terus. Apalagi saat bertambah momongan dan rumah tempat tinggal pindah dari Bandung ke Bogor, semakin terasa kebutuhan akan mobil untuk keperluan mudik maupun kebutuhan keluarga lainnya.

Dulu, mencari informasi penjualan mobil hanya mengandalkan iklan di media baik off line maupun online atau kasak kusuk saudara dan tetangga. Karena terbatasnya informasi, beberapa kali kami merasakan kekecewaan karena membeli mobil yang kondisinya jauh dengan yang diinformasikan. Apalagi kalau beli mobil second, pokoknya harus super duper teliti deh kalau enggak mau rugi berkali-kali.

Nah karena sekarang industri mobil nampaknya sudah semakin maju karena kebutuhan masyarakat akan kendaraan roda empat ini juga semakin besar, bermunculanlah produk-produk mobil dari berbagai macam brand melanda dunia termasuk Indonesia. Tercatat, pada tahun 2012, penjualan mobil dunia berkisar pada angka 89,68 juta unit.  Di Indonesia sendiri mencapai angka penjualan 1 juta unit pada tahun yang sama.

Biarpun banyak orang mengklaim terjadi krisis ekonomi, namun pada tahun 2015 Indonesia saja mampu menggelar dua pameran mobil terbesar di ASEAN yang diselenggarakan oleh Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dan Indonesia International Motor Show (IIMS). Nah bingung nggak tuh ?

Tapi, kembali ke bahasan kita sebelumnya, sekarang orang bisa mencari tahu informasi penjualan mobil idaman untuk keluarga jauh lebih nyaman dan mudah. Kenapa ? Karena sekarang ada portal otomotif terkemuka di Indonesia yaitu Mobil123.com [Advertorial post - Disclosure ] dimana kita bisa mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya dan selengkap-lengkapnya tentang mobil sehingga bisa membantu kita memilih mobil mana yang cocok dengan kebutuhan keluarga dan sekaligus kondisi keuangan kita.

Melalui portal ini, kita bisa mendapatkan informasi apapun dari mulai merek mobil, kondisinya, lokasi, sampai daftar harganya tanpa harus angkat kaki ke luar rumah, cukup klik dan explore http://www.mobil123.com saja.





Nah, sebelum berselancar di portal mobil123.com kita, baik sekali kalau kita simak beberapa tips dari para konsultan otomotif yang mengisi acara dengan Tajuk :”Tips Mencari Mobil Idaman Keluarga” di Pisa Kafe Mahakam Jakarta pada tanggal 29 Maret 2016 yang lalu.

Menurut Country Manager Mobil123.com PC Gan, banyak faktor yang bisa dijadikan bahan pertimbangan kita sebelum membeli mobil, diantaranya faktor dana, faktor kebutuhan keluarga, style mobile dan lain-lain. 

Di era digital seperti sekarang ini, jutaan orang bisa melakukan riset, cek and ricek dulu di website-website otmotif termasuk seperti portal otomotif mobil123.com ini. Kami sendiri, menyajikan beragam pilihan mobil baik baru maupun bekas dari ribuan dealer dan penjual mobil terpercaya di Indonesia, fitur pembanding dan artikel-artikel yang bisa menjadi referensi para calon konsumen, tambahnya.

Apa yang Harus Dipertimbangkan Saat Akan Membeli Mobil ?







Dalam sessi berikutnya, advisor sekaligus praktisi otomotif yang merupakan automotive sales and marketing profesional mobil123.com Paulus S Firmanto memaparkan faktor apa saja biasanya yang  menjadi pertimbangan masyarakat saat akan membeli mobil, diantaranya adalah :

  1. Daya muat (seberapa besar kemampuan mobil mengangkut penumpang), 
  2. Harga terjangkau, 
  3. Irit bahan bakar, 
  4. Kemudahan perawatan, 
  5. Fitur dan desain yang modern
  6. Resale value (daya jual kembali, mengingat masyarakat kita yang mampu secara ekonomi senang berganti-ganti mobil).




Dan itu semua akan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup sang calon pembeli, kebutuhan serta harganya.



Jika kita berniat untuk membeli mobil bekas, Agus Mustofa dari National Technical Support Auto 2000 menjelaskan bahwa ada lagi faktor tambahan yang harus diperhatikan, yaitu servis historisnya semisal 
  1. tahun keluar mobil, 
  2. Harga
  3. Kilometer (sudah seberapa jauh jarak yang ditempuh kendaraan) 
  4. Kondisi mesin.




Selain keempat hal di atas, sesuaikan juga model mobil dengan karakter kita, apakah lebih cocok dengan jenis SUV, sedan, MPV atau lainnya.

Sip deh, sekarang sudah enggak bingung lagi kan kemana mencari informasi mobil yang diminati keluarga ? klik aja mobil123 di websitenya di http://www.mobil123.com 

Salam otomotif





Manfaat Berharga Bertemu Saudara


Manfaat bertemu saudara ? Wah, selama ini saya nggak pernah berfikir soal manfaat kalau mau datang ke rumah Vita, adik bungsuku yang jarak rumahnya tak terlalu jauh dari rumahku dibandingkan jarak ke rumah orang tua dan keluarga besarku di Bandung sana.

Hanya rasa kangen sama dia dan keponakan-keponakan lucuku aja biasanya yang mendominasi alasanku berkunjung ke rumahnya, yang sama berdomisili di kota hujan, Bogor.

Begitupun halnya dengan Tina adikku yang kedua dan keluarganya, serta apalagi kepada Papa, orang tuaku satu-satunya kini.

Kepuasan dan kebahagiaan bisa bertemu dan berbincang dengan mereka, melihat suami akrab bersama saudara-saudara iparku dan anak-anak ceria bermain bersama sepupu-sepupu mereka, kurasa cuma itu manfaat terbesar yang kurasakan selama ini.

Ya, setelah keluarga inti, keberadaan saudara dan keluarga besar membuatku merasa "kaya". Memiliki mereka dengan segala kekurangan dan kelebihannya buatku merasa tak kesepian di dunia. Ini pasti kalian rasakan juga kan ?

Perasaan yang sering muncul justru bukan pada saat berkumpul dengan mereka keluarga besarku misalnya waktu lebaran atau arisan keluarga. Tapi justru saat aku melihat dan berbincang dengan tetanggaku yang single parent dan keluarga besarnya jauh entah dimana. Atau melihat gelandangan di tepi-tepi jalan. Atau mengetahui sebagian teman yang karena satu dan lain hal harus berpisah dengan keluarga tercintanya.

Bagaimana lagi jika kehilangan itu terjadi karena hal-hal tragis, seperti penculikan misalnya atau yang lebih menyedihkan lagi.

Pada titik itu, makna keluarga tak hanya tentang seberapa banyak jumlah anggotanya, melainkan seberapa berarti kehadiran setiap diri. Tak peduli tua atau mudakah atau laki-laki dan perempuankah. Apapun, keluarga adalah teman hidup yang berharga bahkan hingga di setiap lembar rambutnya.

Ada masanya terkadang tanpa sadar aku mengabaikan mereka. Sibuk dengan urusanku sendiri hingga lupa bahwa ada hak mereka dariku untuk sejenak bersama. Mungkin di situ pentingnya keluarga punya jadwal pertemuan rutin ya.

Di keluargaku, baik dari keluarga besarku maupun suami sama-sama punya agenda rutin keluarga setiap bulannya. Tapi bukan di pertemuan ramai-ramai itu inti silaturahmi yang kuyakini. Banyak lho dalam pertemuan keluarga besar begitu yang hanya hadir fisiknya saja, namun hatinya entah dimana.

Yang terpenting justru jalinan di kesehariannya. Apakah antar keluarga sungguh saling peduli dan menyayangi ? Apakah di antara waktu family gathering bulanan itu terjalin juga komunikasi semesra jalinan pertemanan kita dengan rekan kerja ataupun kawan lainnya ?

Kan sedih rasanya ya kalau cuma statusnya aja bersaudara tapi telponan atau yang paling gampang WA atau bbm aja jarang cuma karena merasa tak ada yang penting dibicarakan. Padahal bukan soal penting atau enggaknya pembicaraan, toh ini bukan pembicaraan antar pengamat politik atau sepakbola hehe. Menurutku, persahabatan yang kuat antar saudara atau anak - orang tua selalu melahirkan alasan untuk bisa tetap terkoneksi satu sama lain.

So, sekali lagi menurutku tak ada manfaat lain yang lebih berharga dari karunia keluarga dan saudara di dunia ini selain dari kebahagiaan. Untuk itu, atas karunia ini kuucapkan :"Terima kasih Tuhan".

My big family

Tuesday, March 29, 2016

Daun Sirih Untuk Obat Sakit Gigi

Daun sirih untuk obat sakit gigi - Sejak mengenal dokter gigi sampai sekarang, yang paling makan waktu adalah urusan tambal gigi. Karena tak cukup sekali  datang, tapi berkali-kali hanya untuk maintain satu gigi saja.

Apalagi kalau sudah terkait gigi anak-anak yang meskipun sudah menegakkan disiplin gosok gigi garis keras tetep lolos aja itu lubang gigi dan buat ikut nyut-nyutan hati ibunya.

Berawal dari teringat kebiasaan nenek saya dulu menyirih (mengunyah daun sirih yang dicampur kapur sirih, gambir, buah pinang muda dan tembakau untuk menggosok giginya) saya penasaran pada khasiat bahan-bahan itu mengingat dari jawaban nenek yang samar-samar saya ingat bahwa wanita-wanita di kampung ayah saya dulu biasa menyirih untuk menjaga kesehatan dan kekuatan gigi mereka.

Saya merasa jawaban itu logis karena terbukti nenek dan kakek saya dulu tak mengenal berobat ke dokter gigi. Tanpa browsing ini itu, hanya berbekal percaya pada pengalaman orang tua, ditambah sakit gigi yang bikin malas kemana-mana saya petiklah beberapa lembar daun sirih di halaman. Setelah dicuci bersih, saya ambil dua helai dan mengunyahnya sedikit demi sedikit tanpa menelannya. Saya beri penekanan lebih sering pada bagian gigi yang sakit. Persis orang menyirih, namun tanpa campuran lain apapun. Hanya daun sirih.

Ada rasa getir, pedas dan kesat di mulut saat mengunyah daun berbentuk dan beraroma khas itu. Saya bertahan untuk terus mengunyahnya hingga hancur di dalam mulut untuk mengambil khasiat getahnya. Setelah kurang lebih 1 - 2 menit dikunyah di dalam mulut saya lalu membuangnya dan berkumur-kumur.

Ajaib, rasa sakit yang saya rasakan sebelumnya perlahan menghilang. Mulanya saya menduga mungkin ini efek dari rasa pedas dan kesat daun yang tertinggal. Tapi ternyata, rasa nyaman di gigi setelah menyirih ala saya tadi bertahan lama sampai berminggu-minggu sehingga saya merasa sudah sembuh. Alhamdulillah

Sejak itu, saya coba rutinkan mengunyah daun sirih (cukup satu lembar saja) untuk menjaga kesehatan gigi dan pencegahan penyakitnya. Hal inipun saya terapkan kepada anak-anak selain tetap membiasakan menjaga kesehatan dengan rutin menyikat gigi.

Hasilnya lumayan, sekarang saya jarang ke dokter gigi ataupun membeli obat-obatan kimiawi untuk alasan sakit gigi. Cukup mengunyah daun sirih secara rutin minimal satu minggu sekali (tapi jangan terlalu sering juga ya mengingat efek negatifnya yang bisa jadi muncul jika digunakan berlebihan).

Dari beberapa sumber saya menemukan bahwa daun sirih mengandung minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan zat samak serta kavikol yang memiliki daya mematikan kuman. Daun sirih juga memiliki zat antioksidan dan fungisida (anti jamur).

Daun sirihpun berkhasiat menghilangkan bau badan yang ditimbulkan bakteri dan cendawan. Mempunyai kemampuan menahan perdarahan, menyembuhkan luka pada kulit, dan mencegah gangguan saluran pencernaan.

Keistimewaan lainnya, daun sirih juga ternyata bersifat mengerutkan, sanggup mencairkan dan mengeluarkan dahak, meluruhkan ludah, hemostatik, dan menghentikan perdarahan. Biasanya untuk obat mimisan, dipakai 2 lembar daun segar sirih, dicuci, digulung kemudian dimasukkan ke dalam lubang hidung.

Selain kandungan bahan aktif fenol dan kavikol daun sirih hutan juga dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama penghisap.

Nah ternyata, banyak sekali ya khasiat dari daun sirih ini. Masya Allah, padahal dia cuma salah satu tanaman dari jutaan tanaman yang dipercaya berkhasiat. Betapa alam telah sediakan tak terhitung penawar segala sakit kita. Lain kesempatan, saya akan menulis khasiat tanaman obat lainnya ya. Semoga bermanfaat.



Monday, March 28, 2016

Blogger Indonesia Invasi Dunia Literasi ASEAN Melalui MEA, Mungkinkah ?

Menulis status di facebook, menulis status di BBM, menulis status di Whatsapp, menulis di twitter, menulis di Path, menulis seklilas ungkapan-ungkapan pikiran dan hati sekarang nampaknya sudah menjadi gaya hidup pengguna gadget dunia ya. Bahkan untuk para netizen dari kalangan online shopper, menulis status di aplikasi-aplikasi gadget seperti di atas adalah rutinitas yang sekaligus juga tuntutan profesi.

Saya mengagumi kepekaan khususnya first founder penyedia aplikasi media sosial yang ada sekarang ini akan kecenderungan orang untuk menulis. Betapa mengungkapkan buah pikiran dan perasaan itu ternyata penting banget ya. Dan terbukti, setiap ruang menulis di aplikasi-aplikasi manapun selalu terisi oleh tulisan para pemilik akunnya.

Sunday, March 20, 2016

Janji Hidup Sehat

Janji hidup sehat

Kepergian Mama


Apa yang lebih menyedihkan dari kehilangan orang-orang yang kita cintai ?  Tak ada. Kita masih bisa lupa dan kembali senang saat mendapatkan gadget, perhiasan,  kendaraan atau barang berharga lainnya yang  baru, sebagai penukar barang yang hilang. Tapi kemana mencari orang tua, anak, pasangan hidup, atau sahabat yang telah tiada ? Sungguh, mereka tak pernah terganti.

Dan kesedihan itu pernah menerpa saya juga dan keluarga saat kehilangan Mama untuk selama-lamanya di 12 Juli 2011  setelah setahun sebelumnya beliau terserang stroke dan beberapa waktu kemudian dinyatakan mengidap Leukemia (kanker darah)  stadium 4.

Tuesday, March 15, 2016

Pengaruh Keharmonisan Keluarga Saat Ini Pada Kehidupan Anak Kelak Saat Berumah Tangga

Pengaruh keharmonisan keluarga saat ini pada kehidupan anak kelak saat berumah tangga

Disclaimer : 

Tanpa mengurangi rasa hormat dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para orang tua tunggal / single parents yang sedang menjalani tugas dan perannya dengan penuh dedikasi dan integritas sebagai orang tua bagi anak-anaknya, tulisan ini ditujukan sebagai sharing pengalaman teman, konflik dan solusinya ditinjau dari sisi psikology.

***

Angka perceraian yang tinggi di masyarakat kita selama ini tidak terlalu mengusik pikiran saya, sering merasa itu hanya terjadi dan menimpa orang lain saja bukan orang-orang di sekitar yang dekat dengan kehidupan saya. Sampai kemudian seiring waktu saya mengenal beberapa orang yang hidupnya dirundung masalah rumah tangga bertubi-tubi,  membuat saya ingin lebih erat mendekap keluarga dan berharap bisa terus menjaga keutuhan dan keharmonisannya. Bukan semata-mata untuk saya dan suami saja, lebih dari itu untuk kehidupan berkeluarga anak-anak saya kelak. Ternyata, ada kaitan yang sangat erat antara keharmonisan keluarga saat ini dengan kehidupan berumah tangga anak-anak yang positif kelak.