Wednesday, October 21, 2015

Sehat dan Cantik itu Tak Harus Susah dan Mahal

Sehat dan cantik itu tak harus mahal 

“Sehat itu susah, cantik itu mahal”; Mitos atau fakta ?

Pertama, almarhumah Mamaku dulu seringkali didatangi  orang-orang dan menawarkan suplemen yang katanya khasiatnya begini dan begitu.

Dari mulai madu, susu kedelai, kopi, segala obat –obatan atau suplemen dari bahan-bahan herbal yang bisa diminum atau dimakan, sampai obat luar semacam minyak dari tumbuhan ini dan itu  juga alat-alat kesehatan seperti sendal magnet, alat pemijit badan listrik, bantal listrik, kalung dari batu, gelang kesehatan dari magnet,  dan aku nggak ingat macam mana lagi yang pernah ditawarkan dan sebagiannya pernah dibeli Mamaku.


Semuanya menawarkan kesehatan. Tapi dari sekian kali dan banyaknya produk yang dibeli Mama itu, hanya satu yang berkesan di kepalaku; MAHAL (anak pengiritan).

Kedua, sejak mulai peduli dengan perawatan wajah, mulai peduli juga dengan produk-produk mana yang kira-kira cocok denganku. Sekian lama menjadi pengguna satu dua produk, acap memperhatikan juga cara orang lain merawat kecantikannya.
Tak hanya wajah melainkan juga seluruh tubuhnya. Aku tak bicarakan masyarakat kelas atas, sekarang  salon dan spa menjamur di mana-mana. Amboi, ternyata tak sesederhana yang kubayangkan sebelumnya.

Untuk mendapatkan wajah bersih sempurna, kenyal, tanpa keriput dan noda orang tinggal memilih terapi yang mana sudah tersedia beserta tarifnya.  Ada rupa, ada harga. Sekali lagi, hanya satu yang tertinggal di benakku; MAHAL (emak pengiritan, kekepin dompet).

Ketiga, sedih itu adalah saat-saat harus melihat anak-anak di pinggir jalan dengan riang membeli jajanan kesukaan mereka tapi ditenteng panas-panas dalam kemasan kotak styrofoam. Atau mendengar kawan bercerita kalau ia dengan mata kepala sendiri melihat abang-abang penjual gorengan diam-diam memasukkan pipet plastik ke dalam minyak goreng panas di wajannya. Demi apa coba ?. Duuh kebayang gak ancaman apa yang mengintai orang-orang yang membeli dagangannya. 

Pernah saking kepinginnya ngebakso aku memanggil abang tukang bakso yang lewat depan rumah, tapi harus kecewa karena melihat di pinggiran panci rebusan kuah baksonya melingkar plastik kresek berwarna merah yang mungkin difungsikan agar air rebusan bakso tak meluap ke luar.

 Akhirnya bakso semangkuk terpaksa kubuang dan meniggalkan perasaan tak enak karena si abang nampaknya tak terima kuingatkan tentang bahaya plastik yang bertemu makanan dalam suhu panas.

Belum lagi berita-berita di TV  yang memprofokasi hati, seperti tentang tahu berformalin, kerang laut berpewarna sintetis, beras dan kikil berpemutih, buah-buahan dikarbit dan berpemanis buatan, mie ayam campur daging tikus, bakso celeng dan sebagainya.

Cuma satu yang ada di pikiranku bahwa betapa, untuk menjaga kesehatan diri dan keluarga dan mecegahnya dari makanan/minuman berbahaya  itu SUSAHnya minta ampun.

Yup, seakan hidup sudah dikepung dengan keterbatasan, dan kebaikan hidup hanya milik kalangan tertentu saja. Owh, ternyata dunia kita tak sesempit kotak keprihatinan yang saya bataskan. Di dunia ini banyak sekali orang yang tahu ilmunya dan berkenan membuka serta membagikan jalan-jalannya kepada sesamanya. Dan aku ingin berada di dalam barisan mereka.

Bahwa slogan sindiran “Orang miskin tak boleh sakit” itu tak  perlu ada. Bahwa quote :”Cantik itu sakit dan mahal” itu juga tak perlu eksis. Pada kenyataannya ilmu bertebaran di mana-mana di semesta kita. Kita hanya tinggal memungut dan memetiknya. Tinggal kita mau mencari tahu, tinggal kita mau membaca dan mendengarkannya, apa-apa yang disediakan semesta informasi dan komunikasi yang sekarang tak terhingga banyaknya.

Aku hanya berpegang pada, setiap sesuatu tercipta ada alasannya, setiap Tuhan memberikan ujian, DIA sertaka juga lembar jawabannya dan tiada penyakit yang tak ada obatnya.

Dan itu yang kini sedang kukejar, membiarkan orang-orang menciduk apa-apa yang mereka perlukan. Sebisa-bisanya menuliskan pengetahuan di blog, agar siapapun tahu ada bahkan banyak koq cara hidup yang mudah dan murah untuk bisa tetap sehat dan cantik.

 Bisa koq wanita manapun secantik dan se-fresh wanita lainnya tanpa harus mengeluarkan biaya yang tak terjangkau. Dengan cara apa ? Dengan mebgubah pola hidupnya pada pola hidup yang baik dan sehat. Saya akan bahas tentang pola hidup sehat ini pada kesempatan berikutnya.

Harapan, aku hanya ingin menawarkan harapan melalui blogku, bahwa siapapun berhak mendapatkan kehidupan yang layak dan menyenangkan pada level sosial dan ekonomi manapun. We just have to go for it.

Bertemu dengan kawan-kawan dari komunitas Lavender Ribbon jadi tahu
banyak sekali cara hidup sehat yang mudah dan terjangkau oleh kebanyakan
masyarakat kita. Ini foto diambil pada kesempatan syuting bersama kru TV One


Note : Oya, untuk ngeblog biasanya aku memakai beberapa aplikasi yang sesuai dengan keperluannya terutama Google Chrome udah pasti yaa. Sedang untuk gambar di sini aku hanya menggunakan aplikasi bawaan dari androidku. 



6 comments:

  1. Betul mak, olahraga, makan buah dan sayuran, plus hepi ngerjain tugas IRT, insyallah bikin cantik hehe

    ReplyDelete
  2. haduh mba, ngeri banget ya kalau kita melihat fenomena2 yg terjadi di lingkungan kita seperti itu. saya jadi pengen tau ttg lavender ribbon ini :)

    ReplyDelete
  3. lebih enak inner beauty mbak, jadi kalo kita lecek sekalipun tetep keliatan aura cantiknya

    ReplyDelete
  4. wiihhh... siip setuju, mak... ^_^

    ReplyDelete
  5. Setuju, untuk jadi cantik dan sehat tak perlu mahal, menerapkan pola hidup sehat dan olahraga rutin jadi langkah awal yang baik :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di Goresanku ya ^_^