Friday, October 9, 2015

Ngeblog, Buka Pintu Peluangmu

Ngeblog buka pintu peluangmu - Menulis dan blogging dengan bungsuku Rahma di pangkuan sambil memberi ASI dengan segala kehebohannya sampai perlahan dia semakin besar kini sudah duduk di kelas 2 SD dan masih “towel-towel” aku yang lagi nulis itu sampai sekarang sepertinya hal termanis cerita ngeblogku deh. Dan bukan cuma Rahma, karena 3 kakak-kakaknyapun tak seberapa jauh rentang usianya dengan si bungsu ini, masa kecil mereka juga ter-capture dalam semua aktivitas menulis, pasang gambar, editing, hingga publishing blogpost-ku (Anak-anak sering jadi model untuk gambar-gambar pelengkap tulisanku). 


Mungkin mengurus rumah & keluarga sambil blogging bukan hal luar biasa buat orang lain, tapi ini hal yang mewah buatku. Mewah, karena rasanya nggak gampang menyisihkan waktu untuk menulis di saat badan sudah lelah dan mata sudah berat. Ya, waktu menulis yang fokus hanya untuk menulis yang aku punya memang cuma pertengahan malam. Tapi bukan berarti dari pagi sampai waktu isya’ aku nggak punya kesempatan, aku masih bisa curi-curi waktu menulis draft di note HP-ku jika sedang ada ide misalnya saat-saat rehat sejenak sehabis masak, atau saat menunggu si kecil bubar kelas di parkiran sekolah, atau saat sedang menunggui anak membuat PR untuk kutulis kemudian di malam harinya di file atau draft blogku.

Jangankan ngeblog, belum ditambah dengan perintilannya semisal blogwalking, buka sosmed atau email untuk ngecek tawaran job (hehe), sewajarnya setiap ibu yang punya anak-anak kecil, ada aja halangannya kan. Yang minta dibantuin ini, yang minta dibelikan itu, yang mau ditemenin ke mana, yang pengin disupport di mana dan sebagainya deh. Hal-hal yang buat aku belajar, terutama belajar sabar dan ngelus dada ahaha.

Model-model kecil setiaku yang mau aja diarahin gaya apapun ((^_^))


Tapi sekian lama learning by doing, makin ke sini aku semakin tahu selah-selahnya (hadeuh apa itu selah-selahnya), maksudku dengan keadaanku sekarang, yang hampir nggak pernah traveling lagi, yang jarang bisa memenuhi undangan dan ketemu blogger di event-event launching produk tertentu, yang sebagian besar waktuku habis di seputar rumah dan sekitarnya jadi sadar bahwa apa yang aku punya itulah kekayaanku, apa yang kutemui dan kukerjakan sehari-hari itulah modal utamaku, dalam hati bicara :

“Ciptakan peluangmu, Win !”  

Yup, kenapa harus jadi sirik dengan orang lain dengan segala kelapangan waktunya, kelapangan segala-galanya. Toh setiap orang sudah dikasih rejekinya sesuai takarannya sendiri-sendiri (rejeki nggak terbatas bermakna uang aja kan ?). So, meski terseok-seok nyatanya aku masih bisa terus menulis dan berbagi dengan orang lain, mendapatkan banyak peluang meski hanya dari menulis di sudut rumah, tak hanya berbagi tulisan tapi juga berbagi materi dari hasil menulis.

Berkomunitas 

Tak dipungkiri, rejeki ngeblog mengalir deras setelah aku mulai berkomunitas. Pintu-pintu peluang itu terbuka sedikit demi sedikit seiring aku mulai banyak berinteraksi di komunitas-komunitas blogger. Memang tak semua komunitas blogger menawarkan banyak peluang job, tapi ilmu pengetahuan dan persahabatan yang kudapatkan dari semua itu jauh lebih besar nilainya. 

Ada prinsip-prinsip penting yang kupelajari dan aku coba terapkan dalam aktivitas ngeblogku, yang terutama adalah tentang disiplin, konsistensi, branding dan membuka diri untuk berteman dengan siapapun. Point-point penting yang mungkin tak akan kuketahui jika tak berkomunitas. 

Dari berkomunitas itu juga aku mulai sering mendapat undangan-undangan maupun job review dari agent-agent produk tertentu. Tapi nggak hanya yang berbau job aja dong yang bikin semangat, beberapa komunitas yang kuikuti semisal Blogger Perempuan dan Kelas Bogor kerap mengadakan kelas  di mana kita bisa belajar lebih dalam tentang perbloggingan.

Waktu ikut kelas membuat banner blog dengan komunitas Blogger Perempuan
Doc. Novariani.com



Ada Berkah di Balik Ngeblog


Tak pernah kuhitung nikmat Tuhan dari berapa kali mendapat imbalan dari menulis, baik itu dari hasil job review maupun karena menang lomba. Tak hanya keluarga yang tersimbah manisnya, orang lain yang tak kukenalpun kadang bisa ikut menikmatinya. Masya Allah, nikmatnya bisa berbagi dari hasil keringat sendiri. Dan aku tak pernah meragukan, bahwa kebahagiaan hakikiki selain dari merasa dekat dengan Tuhan itu adalah pada saat kita masih bisa berbagi.

Dari pengalaman ngeblog selama ini, ya memang waktu tidurku semakin berkurang, setiap hari mungkin hanya 3-4 jam saja, ya memang jadi lebih pontang-panting mengerjakan urusan rumah dan keluarga, ya memang jadi perlu dana lebih untuk membeli pulsa dan kuota internet, ya memang jadi harus lebih banyak belajar multi media, css, desain, infograpic, branding, dll, ya memang jadi harus lebih banyak membaca, ya memang jadi harus bawa-bawa HP dan kamera ke mana-mana, ya memang jadi harus lebih aware dengan sekitar, ya memang jadi harus lebih meluangkan waktu untuk bisa tetap bersilaturahmi dengan siapapun.

Tapi, dari semua hal di atas itu aku mendapat lebih banyak lagi, yang terutama adalah ilmu dan persahabatan. Jadi tahu, penulis ternyata dibanding menulis harus lebih banyak membaca dan mendengarkan. Apa yang tersebar di dunia ini ternyata semuanya berhikmah dan punya  makna yang penulis khususnya blogger tak sepantasnya mengabaikannya.

Aku jadi tahu, ternyata di dalam kebahagiaanku ngeblog tersimpan berkah dari banyaknya peluang. Berkah yang tak hanya bernilai materi namun juga imateril, ialah kepuasan bathin juga peluang untuk membantu dan menolong orang lain.


Semoga, Allah tak mencabut nikmat menulis di blog ini hingga akhir hayatku, menjadikannya seindah-indah jalanku kelak saat berpulang. Aamiin.

*Terima kasih untuk Rahma, meski sedang terlelap selalu menemani saat Umi menulis.





19 comments:

  1. Mbak winnie mah masih canggih lah banyak ikut acara2 si Bogor rajin ikutan lomba aja aku sekarang bisa rutin 1 minggu sekali posting aja udah bersyukur. Pengen bgt bisa jd profesional blogger

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo soal canggih-canggihan dirimu juga canggih mbak Muna, blogger yang rajin traveling sama blogging, hebaaattt

      Delete
  2. tetaplah menulis :*
    berkat ngeblog kita ketemu :*
    muahhhhhh

    ReplyDelete
  3. Ngeblog jelas kegiatan yang positif asal mau berbagi ilmu dan pengalaman yang bermanfaat.
    Blog juga bisa digunakan untuk berdakwah menebar kebaikan, walau secara sederhana sekalipun.
    Bagi blogger yang monetizing blognya tentu ada tambahan penghasilan juga, termasuk menulis review dan mengikuti lomba blog.
    Keep blogging
    Salam sayang dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Inggih Pakde, semoga saya bisa konsisten ya pakde, aamiin

      Delete
  4. Mbak Winny emang kereen.. Tulisannya selalu panjang :)). Saya mah nggak mampu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah kalo soal panjang mah belum tentu keren mas Kika, hehe

      Delete
  5. Ini rumah baru atau ganti nama aja ya teh, koq saya engga pernah tau postnya?
    Semoga menang ya teh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini "Goresanku", masih rumah yg lama.
      Makasih do'anya mas

      Delete
  6. Salut dengan mbak Winny yang bisa kian aktif dalam menulis, sementara aku justru sebaliknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku malah yang kagum sama mb Reni., masih sempat menulis di tengah kesibukan ngantor dan ngurus kk Sasha

      Delete
  7. Aaak aku juga termasuk tim blogging sambil menyusui. nikmat nikmat sedep ya :'D

    ReplyDelete
  8. Mba Winny, blogger cantik nan kalem yg kutemui saat di Jakarta dulu :) Kapan ya mba kita bisa bersua lagi ;)
    Terima kasih sudah ikutan GAku, good luck yaaaa....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga ada kesempatan laginhisa ketemu ya mb Uniek.
      Terima kasih kembali atas kesempatannya :-)

      Delete
    2. Semoga ada kesempatan laginhisa ketemu ya mb Uniek.
      Terima kasih kembali atas kesempatannya :-)

      Delete

Terima kasih sudah singgah di Goresanku ya ^_^