Thursday, September 10, 2015

Optimasi Media Social Commerce

Optimasi media social commerce - Sehari saja tanpa gadget, bisakah ? Apalagi kalau yang disebut gadget itu sebangsa smartphone, buat saya itu nggak bisa. Nggak Cuma buat keperluan komunikasi dengan keluarga dan relasi, tapi mobile gadget itu sudah melekat sebagai rujukan saya untuk mendapatkan banyak hal yang saya perlukan. Dari mulai menu dan resep masakan, info list harga bahan pokok di supermarket, tempat browsing info-info kesehatan/kecantikan, tempat belajar gerakan-gerakan yoga, tempat silaturahmi dengan teman-teman di grup-grup online, tempat berkoordinasi online dengan grup-grup kepenulisan dan grup support cancer, tempat menulis setiap hari untuk blog mapun sekedar draft di file (jika dalam perjalanan saya sering menulis menggunakan smartphone), tempat untuk mendapatkan job dari agent melalui email dan bahkan untuk berbelanja online.

Rasanya seluruh aktivitas saya terpusat informasinya di benda kecil yang hanya segenggaman tangan itu. Nggak kebayang kalau benda itu hilang, itu sebabnya saya sangat menjaganya (rata-rata umur gadget saya sekitar 3  tahunan) jika tak rusak saya belum akan menggantinya. 

Sejarah dan Fenomena Media Sosial


Sejak teknologi handphone dan jaringan internet semakin maju, seiring dengan itu juga berkembang semesta cyber kita. Jagat online makin semarak dengan bertumbuhnya ruang-ruang interaksi maya yang semakin menciutkan bola dunia dan memendekkan jarak kita dengan siapapun di belahan bumi manapun.

Aplikasi media sosial di era 70-an awal kemunculannya orang hanya bisa menggunakan jasa email, tahun 1995 lahir situs yang melayani sewa penyimpanan data, lalu tahun 1997 orang mulai mengenal jejaring sosial (dirintis oleh Sixdegree.com) dan tahun 1999 orang mulai bisa memiliki blog pribadi. Tiga tahun kemudian yakni tahun 2002 berdiri situs jejaring sosial Friendster yang fenomenal, dan dua tahun berikutnya disusul Facebook yang hingga hari ini merajai sosial media Indonesia dengan jumlah user terbesar ke-tiga dunia.

Whieww ... cepat sekali ya, hanya dalam satu dasawarsa kita melihat loncatan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu lesat sekaligus kerumunan penggunanya yang aktif dan banyak. 

Manusia era digital dengan gadget dalam genggaman
Doc. Dreamstime 

Pada event #KelasSocmed yang diselenggarakan oleh Kelas Bogor tanggal 29 Agustus 2015 yang dilaksanakan di Suite Pajajaran Hotel  Bogor yang lalu bertema Media Social Commerce, mas Fahmi Bafadhal, co founder of INTJ dan CTO of Jualio menguraikan bahwa faktanya ada dinamika interaksi para pengguna sosial media dengan traffic yang sangat padat. Jika dirata-rata ada sekitar 3600 share foto, 578.100 tweet per 4,8 jam.


Embedded image permalink
Sebaran pengguna internet di Indonesia
Doc. Dwina

Ada jutaan orang user internet tersebar di seluruh nusantara dan 78,5% nya berada di Indonesia bagian Barat sedang sisanya di bagian Indonesia Tengah dan Timur. Menurut mas Erick dari Inernet Sehat dan Akademi Berbagi Bogor, dari sekian banyak pengguna internet ini sebagian besar adalah orang-orang yang memanfaatkan search engine Google. Bagi kebanyakan orang di Indonesia khususnya nampaknya ada gejala “Google is everything” syndrom karena di antara beberapa mesin pencari, Google adalah yang paling sering digunakan.

Setelah Google, tempat kedua dimiliki oleh jejaring sosial. Di Indonesia, media sosial  yang paling banyak diminati dan digunakan masyarakat saat ini adalah Facebook. Kenapa orang suka sosial media ? Karena pada dasarnya, manusia membutuhkan ruang dan kesempatan untuk berekspresi serta berinteraksi, dan media sosial menyediakannya.

Melalui unggahan foto ataupun tulisan, sekarang orang-orang bisa beropini, mengungkapkan sikap, berterima kasih, menunjukkan kesedihan, berbagi kebahagiaan dan sebagainya secara terbuka di ruang publik online maupun secara pribadi di chat room atau messenger box.

Sayangnya, selain membagi hal-hal yang baik, ada juga orang-orang yang menggunakan media sosial untuk hal-hal yang negatif. Pornografi, bullying dan penipuan kerap terjadi juga di dunia internet. Untuk itu, sebelum surfing di samudra online, kita perlu melakukan pengamanan, pertama-tama adalah tentu pengamanan pada akun sendiri.

Tindakan pengamanan yang perlu dilakukan seorang pemilik akun di media sosial di antaranya adalah :

  1. Lakukan pengaturan safety akun misalnya dengan membuat password yang unik yang sulit diterka oleh orang lain dan rutin menggantinya, mengaktifkan sistim moderasi pada tagging yang dilakukan teman medsos, jika menggunakan gadget publik misalnya laptop di kantor atau warnet, biasakan selalu logout akun setelah selesai menggunakannya untuk menghindari hacking, dan lain-lain.
  2. Selektif add ataupun confirm pertemanan, mengutamakan teman yang memang sudah dikenal dalam keseharian, perhatikan mutual friend dan waspada terhadap teman-teman baru yang baru dikenal di dunia maya (strangers).
  3. Publikasi hanya data yang bersifat pokok dalam profil pribadi, tidak mencantumkan nomor HP ataupun alamat rumah. Jika akun digunakan untuk keperluan komersil lebih baik share alamat email saja, atau alamat akun yang memang dikhususkan untuk itu.
  4. Peduli untuk berinteraksi dengan sesama teman online secara proporsional, ini juga merupakan hal yang baik untuk bisa saling mengenal satu sama lain, bisa menghindarkan kita dari potensi kejahatan dari akun-akun yang mencurigakan.
  5. Instal anti virus atau spyware di gadget kita untuk menghindari kerusakan data di gadget kita.

Optimasi Media Sosial Commerce


Pesatnya dinamika media sosial di era ini, membuka peluang besar bagi para enterpreuner baik dari kalangan bawah, menengah hingga atas. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika sekarang kita melihat menjamurnya online seller di jejaring sosial kita ya. Bisa dibilang dari seluruh teman medsos saya, ada sekitar 30% nya adalah para online seller dari berbagai macam produk.

Ini hal yang wajar, di mana ada kerumunan massa termasuk di dunia internet, bagi para pelaku niaga ini adalah pasar dan peluang dagang. Dan media sosial sebagai media yang paling banyak digunakan oleh para pengguna internet kini bisa digunakan untuk kepentingan komersial.

Ada beberapa keuntungan dari social media commerce bagi para OS, diantaranya yang saya ketahui adalah jalinan sosial produsen dengan konsumen berbiaya rendah. Bagaimana tidak murah, interaksi konsumen dan produsen bisa menggunakan BBM/WA atau media lainnya tanpa perlu bertemu muka secara langsung. Ini berarti zero transportation cost yang pasti ada pada perniagaan konvensional.

Produsen / penjual juga tidak perlu menyewa/membeli toko/gerai/bangunan apapun untuk membuka lapak dagangannya, cukup dengan memotret produk jualannya dan mengunggahnya di media sosial dan menunggu hingga pesanan datang. Efektif dan efisien kan.

Jika kita seorang online buyer (konsumen) ada beberapa tips dari bang Erick untuk aman bertransaksi, di antaranya adalah :

  1. Lakukan riset akun situs / web / medsosnya.
  2. Cermati kebijakan situs penjual atas privacy data pribadi anda
  3. Periksa paket barang dan baca deskripsinya
  4. Curiga pada barang “bermerek” tapi dijual dengan discount yang besar
  5. Jangan tergoda dengan penawaran murah via email dengan mode spam
  6. Pertimbangkan cara pembayaran apakah dengan kartu kredit, transfer tunai via bank atau COD (Cash on Delivery)
  7. Periksa harga total, barang dan ongkos kirimnya
  8. Simpan bukti transaksi untuk berjaga-jaga atas klaim di kemudian hari
Sebaliknya, jika kita sebagai online seller / penjual, mas Fahmi memberikan tips-tipsnya sebagai berikut :

  1. Kunci berinteraksi di sosial media adalah engagement jadi selalu jaga hubungan baik dengan calon pembeli / pelanggan di sana dengan selalu keep in touch dengan mereka smoothly, karena sekitar 90% user social media sekarang menggunakan mobile gadget untuk membeli barang dari rekomendasi iklan-iklan di sosmed.
  2. Promosikan produk yang kita jual dengan menggunakan buzzer di media sosial. Fungsi buzzer ini sangat strategis dalam meraup calon konsumen.
  3. Branding yang kuat agar produk yang kita jual mudah diingat oleh calon pembeli.
  4. Agar konten jualan kita mudah ditemukan manfaatkan hashtag yang unik dan singkat sesuai dengan karakter produk yang kita jual. Salah satu tools untuk memaksimalkan hastag adalah Rite tag. Rite tag bisa digunakan dalam twitter maupun facebook.
  5. Data is king. Usahakan selalu menampilkan data secara lengkap, kontinyu dan berkesinambungan sehingga menghemat tenaga konsumen untuk bisa segera memahami produk yang kita jual.
  6. Untuk bisa secara cepat dan efektif menangkap respon calon pembeli anda bisa setup Autoresponder. Autoresponder ini semacam tools follow di blog. Beberapa tools yang bisa digunakan dalam melihat responder : Setup Responder (GetResponse, Aweber, MailChimp).
  7. Aplikasikan Sumome semacam tools pada website / blog untuk meningkatkan traffic.
  8. Gunakan sosmed yang bisa menjaga branding /web/blog tanpa memindahkan traffic ke web lain.
  9. Gunakan emosi calon pembeli dengan memasang fitur yang membuat mereka bisa cepat memutuskan untuk membeli produk kita (fast grab buyer). Jika konten promo produk kita bertele-tele, besar kemungkinan calon konsumen akan membatallkan hasratnya untuk membeli jualan kita dalam sekian detik saja.
  10. Collect money as fast as you can adalah salah satu prinsip OS di sosial media. Aplikasikan tools di web jualan online anda yang bisa langsung mengarahkan konsumen ke page pembelian dan pembayaran.
  11. Safety adalah hal penting dalam transaksi online. Pastikan semua proses transaksi berjalan benar.  
  12. Jika akan mengirim barang, pastikan konsumen telah membayarnya terlebih dahulu (baik dengan kartu kredit ataupun transfer tunai via bank). Untuk alasan keamanan dan atau kepraktisan anda juga bisa memanfaatkan jasa fihak ke tiga untuk memastikan uang yang telah masuk (Escrow)
  13. Edukasi konsumen agar bisa langsung membeli tanpa harus banyak bernegosiasi. Pastikan bahwa informasi yang disediakan di akun media sosial anda telah lengkap dan detail sehingga tidak diperlukan tanya jawab lagi dengan konsumen.
  14. Gunakan payment gateaway dengan antifraud sebuah tools untuk mengamankan pembayaran dari potensi penipuan.  

Jualio


Sebagai CTO of Jualio yang merupakan marketplace tempat jual beli online melalui media sosial,  mas Fahmi Bafadhal menjelaskan bahwa Jualio adalah platform yang disediakan bagi para penjual online agar bisa langsung menawarkan produknya di media sosial baik Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya dengan mudah, aman dan menyenangkan.

Portal ini menyediakan Shopping Chart dan Buy Buton yang akan membantu para online seller dalam menjual hampir semua produk fisik maupun digitalnya pada website maupun media sosial seperti facebook, facebook pages, twitter ataupun messaging apl.

Jualio juga tidak membatasi jumlah dan nilai transaksi tanpa biaya bandwith, tanpa biaya desain, tanpa biaya hosting kecuali biaya per-transaksi yang murah. 




Misalnya, jika kita ingin menjual produk HP Smartfen AndromaxC2 yang memiliki spesifikasi seperti di bawah ini :

Smartfren Andromax C2
Doc. Andromax-tab.com 

Design :
OS > Android 4,3 Jelly Bean, UIM/SIM > Slot Dual On, Network > CDMA 2000 1 x EVDO Rev A (3,5G) + GSM

Camera :
Rear > 3 MP fixed focus, Video Recording

Connectivity :
WiFi, Bluetooth > v3,0, USB Micro > USB 2,0

Sound :
Earpiece jack > 3,5 mm

Display :
Type > touchscreen, Size > WVGA (480x800 pixel)

Hardware :
Processor > Snapdragon Dual Core 1,2 GHz Cortex A7, GPU > Adreno 302, Internal >
512 MB RAM & 4 GB ROM, Battery capacity > 1500 mAh

Features :
Messaging > SMS, MMS, Email, IM,
WiFi Hotspot dan Radio

Maka untuk bisa menjual Smartfren Andromax C2 seperti di atas dengan efektif hanya diperlukan 3 langkah mudah ini saja :


Hubungkan akun Facebook, twitter, G+ dan Instagram kita ke Jualio



Cantumkan Info dan harga  produk yang akan dijual


Submit agar produk yang dijual dapat segera tampil di seluruh akun media sosial kita


Jika kita belum memiliki akun di Jualio, bisa mendaftar terlebih dahulu di portalnya atau bisa juga mendafar dengan menggunakan akun media sosial kita yang telah ada. Dengan seluruh prinsip yang diterapkan Jualio, dijamin penjualan HP Smartfren Andromax C2  akan segera mendapat respon positif dari pasar di media sosial.

Pertama kali mengikuti kelas Agustus di Kelas Bogor, senangnya bisa mendapatkan banyak sekali ilmu yang bermanfaat, semoga diperkenan lagi mengikuti kelas-kelas berikutnya. Sukses selalu Kelas Bogor. sampai ketemu lagi ya !

Kenang-kenangan dapat merchandise dari Kelas Bogor karena berani menjawab pertanyaan narasumber
Doc. Pribadi

Senangnya bisa belajar bersama di Kelas Bogor, sampai ketemu lagi yaa
Doc. Arin Murtiyarini






Disarikan dari berbagai sumber, di antaranya pengalaman pribadi mengikuti event di Kelas Bogor, situs Jualio, situs Smartfren, dan lainnya. Sekian

27 comments:

  1. Sekarang tanpa internet dan gadget seharii aja susah banget ya mbak... moga menang dan dapet hp baru yg kece ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah mbak, wong segala ada di situ ya hehe

      Delete
  2. Sungkem sama suhu buat sharing ilmunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ih beneran mbak, aku jadi dapet ilmu soal sumoMe, baru aplikasiin yang mailchimp, ternyata keren ih ilmunya :D

      Delete
  3. Bagusnya memang socmed ngga cuman jadi tempat galau, nyinyir aja ya mba. Buat jualan kayaknya lebih enak hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe jualan lebih enak ya mbak Shinta bikin ketagihan ^^

      Delete
  4. sekarang membiasakan diri pakai pasword alay, biar unik :))))

    ReplyDelete
    Replies
    1. :))) sekarang anggap aja password alay itu keren yaa

      Delete
  5. Mau ikutan ah, sosmed buat jualan.

    ReplyDelete
  6. kalo aku.. wiken n hari libur dilarang pegang gajet mak. sesekali ngintip medsos sih haha

    ReplyDelete
  7. jadi ienget pertama kali kenal E-commerce th 99 waktu itu belum ada sosmed trus muncul friendster dr situ mulai deh banyak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku kelewat nih yg friendster teh, belom kenal internet waktu itu hehe

      Delete
  8. sekarang banyak ya ecommerce tapi tetep kudu hati2
    liat2 dijualio ahhh
    jualaaan apa yaa

    ReplyDelete
  9. Aku blm bisa nih memanfaatkan sosial media buat jualan :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Melly kalo udah bisa manfaatin sosmed tambah wow dong ya hehe

      Delete
  10. Bahasannya berbobot nih Mba, semoga menang ya lombanya :)

    ReplyDelete
  11. Wah mantep mbak infonya,,
    Saya juga kadang berkecimpung mengais rejeki lewat online biasanya pc sih tapi pas diluar memanfaatkan gadget.. Kalau saya nongkrongya biasanya di forum dan situs jual beli online. Hehe
    salam kenal mbak, Mampir ke Blogku ya :D

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di Goresanku ya ^_^