Monday, August 10, 2015

Sepuluh Prinsip Dasar Food Combining

Sepuluh prinsip dasar food combining - Saat ini seiring dengan berkembangnya kesadaran masyarakat akan kesehatan dan ilmu gizi, banyak metode diet makanan untuk menunjang hal ini, salah satunya yang akhir-akhir ini sedang booming adalah Food Combining.

Food Combining (FC) pada mulanya dikenalkan oleh dr. William Howard Hay seorang physician dari New York pada tahun  1920. Itu sebabnya teori diet yang dikenalkannya dikenal orang dengan istilah Hay Diet. Teorinya diklaim berhasil dengan cara membagi makanan ke dalam 3 bagian yaitu : makanan yang alkaline (basa), acidic (asam) dan neutral (netral).


Hay menggunakan istilah-istilah yang tidak sepenuhnya sesuai dengan science seperti misalnya pH makanan. Makanan yang bersifat asam tidak dikombinasikan bersama makanan yang bersifat basa. Makanan yang bersifat asam kaya protein seperti daging sapi, daging ikan dll. Di kemudian hari orang menyebut teori ini dengan diet food combining.

Menurut pelaku food combining  Erykar Lebang, FC sesungguhnya bukan cara diet untuk tujuan melangsingkan badan ataupun untuk tujuan pengobatan dari suatu penyakit. Basis food combining adalah mengatur pola makan sesuai dengan ritme metabolisme tubuh dan membuat suasana PH tubuh yang ideal (PH netral).

Untuk diketahui apabila tubuh kita sehat, dalam kata lain sistem  metabolismenya lancar serta suasana PHnya netral maka teori sederhananya ; tubuh akan otomatis mencari sendiri berat badannya yang ideal sesuai kebutuhan dan jika mendapat serangan penyakit dari luar, tubuh akan serta merta menjadi "dokter" yang menyembuhkan dirinya sendiri.

Tapi meskipun demikian, perintis dan penulis food combining di Indonesia yang pertama kali ibu Andang Gunawan menyebutkan food combining berpengaruh terhadap kelangsingan badan dan kecantikan.

Prinsip dasar food combining yang penting untuk diingat dan dilaksanakan terletak pada timing dan kombinasi jenis makanan pada saat mengkonsumsinya. Secara sederhana, di bawah ini juklak (petunjuk pelaksanaan) food combining menurut seorang penulis buku FC sekaligus pakar dan pelatih Yoga Erykar Lebang :


  1. Hentikan mengkonsumi susu dan turunannya. Hal ini bukan berarti food combining "mengharamkan" susu sepenuhnya, sepanjang susu yang tersedia adalah murni, dengan kata lain tidak mengalami proses pengolahan yang merusak unsur-unsur baik alaminya seperti enzym dll akibat proses pemanasan maka susu baik-baik saja dikonsumsi. Karena dalam food combining, sebaik-baik makanan adalah makanan/minuman yang dekat pada keadaan aslinya. Yang kita butuhkan saat memasaknya hanyalah untuk kepentingan mengurangi/mematikan bakteri/hal-hal yang tak bermanfaat bahkan membahayakan bagi tubuh. Masalahnya, saat ini susu yang beredar di masyarakat banyak yang telah melewati proses pengolahan yang justru memusnahkan unsur penting yang dibutuhkan oleh tubuh kita. Apalagi dengan penerapan ultra high temperature (UHT) di mana perusahaan menggunakan suhu sangat tinggi dalam proses pengolahannya sehingga kemungkinan besar merusak enzym yang terdapat dalam susu, ditambah lagi dengan penambahan zat-zat pemanis serta pewarna dan lain-lain ke dalam susu sehingga secara faktual kondisi susu sudah tak alami lagi. 
  2. Hentikan mengkonsumsi kopi dan teh. Kopi dan teh pada minuman mengandung zat adictive sekaligus diuretic. Dua hal yang seharusnya dihindari karena sifat diureticnya yang membuat tubuh kehilangan banyak cairan serta zat adictivenya yang membuat tubuh senantiasa menuntut/menginginkan untuk mengkonsumsinya secara terus menerus sehingga kemungkinan tubuh mendapat resiko dehidrasi lebih besar. Apabila  tubuh dalam keadaan dehidrasi, padahal sekitar 90% bagian tubuh kita terdiri dari cairan, maka kebutuhan cairan akan dikoreksi oleh darah. Dalam artian, tubuh akan mengambil kebutuhan cairannya dari darah, sehingga dapat berakibat pada kerusakan ginjal serta pengentalan darah akut yang beresiko pada sistem kerja jantung dan otak. Jika seseorang tetap minum kopi/ teh maka ia harus mengganti kehilangan cairan tubuhnya (karena lebih sering ingin buang air kecil atau berkeringat) maka ia harus melipat gandakan kewajiban minum air beningnya.  
  3. Tidak mengkonsumsi pati (karbohydrat) seperti misalnya nasi/kentang/mie dll bersamaaan dengan protein hewani semisal daging ayam, daging sapi, daging Ikan, daging kambing dan seluruh produk turunannya seperti sosis, nugget, karage, dll. 
  4. Sarapan buah-buahan setiap pagi, dan ulang mengkonsumsinya hingga tiba waktu makan siang. Hal ini disebabkan karena sekitar pukul 6 hingga 12 adalah jadwal pembuangan limbah makanan sehingga energi tubuh sedang berkonsentrasi ke sana. Jika pagi hari kita mengkonsumsi makanan berat maka hal ini akan membebani sistem.pencernaan kita. Itulah sebabnya buah-buahan adalah jenis makanan terbaik yang meringankan kerja pencernaan. Tapi yang harus diingat adalah kita hanya boleh mengkonsumsi buah-buahan dalam keadaan perut kosong. Karena buah-buahan memiliki kandungan vitamin serta mineral penting yang dibutuhkan tubuh dan akan lebih cepat serta  lebih baik diserap oleh tubuh melalui usus pada saat usus dalam keadaan bersih tanpa adanya makanan lain. Buah-buahan juga adalah makanan yang kaya serat sehingga membantu sistem metabolisme pencernaan manusia dalam melaksanakan tugasnya menggiling makanan. Saat pagi hari adalah saat terbaik mengkonsumsi buah-buahan sebelum makanan lainnya karenanya kerja sistem pencernaan menjadi ringan sehingga energi tubuh dapat maksimal digunakan untuk hal lainnya.
  5. Meminum secara rutin air hangat yang dicampur perasan jeruk nipis /l emon setiap pagi sesaat setelah bangun pada saat mulut masih kering sebelum sikat gigi. Hal ini bertujuan untuk memberi "hadiah" kepada liver (sebagai tonic) yang telah bekerja keras semalaman menjadi filter tubuh dalam menjaring racun-racun yang membahayakan tubuh yang kemungkinan terdapat dalam makanan yang kita konsumsi
  6. Mengkonsumsi sayuran segar (raw vege lebih baik dibandingkan sayuran olahan karena masih kaya kandungan gizi tapi ini tak berarti tidak boleh memakan sayuran matang yang sudah diolah sepanjang waktu dan cara pengolahannya benar) di setiap waktu makan. Usahakan prosentase/jumlah sayuran (segar ataupun matang) lebih besar dibandingkan prosentase/jumlah pati atau protein hewaninya. Misal 70 % sayuran, 30% pati atau 30% protein hewani.
  7. Kurangi mengkonsumsi makanan olahan pabrik. Dalam food combining, semakin makanan/minuman itu minim proses pengolahan seperti pemasakan/pemanasan dan pencampuran bahan lain seperti bahan pengawet ataupun bahan pewarna maka itu semakin baik. Dalam kata lain, makanan terbaik adalah makanan yang paling dekat dengan keadaan aslinya, kecuali protein hewani yang beberapa harus dimasak sempurna karena resiko penyakit akibat bakteri/kuman yang terdapat di dalamnya. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa sayuran/buah-buahan segar memiliki aura yang bercahaya dibandingkan sayuran/buah-buahan yang telah mengalami proses pemasakan, auranya gelap.
  8. Minumlah air yang berkualitas dalam arti air yang bebas dari unsur logam dan bersifat alkali (air pegunungan yang keluar dari sumber mata air) minimal 2.5 liter atau sekitar 8 gelas per sepanjang hari dan malam.
  9. Lakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan usia secara teratur. 
  10. Food combining tak melarang orang untuk mengkonsumsi makanan / minuman kesukaan semacam pizza, kue-kue, coklat, bakso dan sebagainya dengan syarat tak berlebihan. Ada 2 hari kesempatan untuk cheating dari tujuh hari yang ada. Meskipun bagi orang-orang yang telah berkomitmen untuk full food combining akan sangat menyayangkan rutinitas FCnya jika "dicemari" kembali dengan mengkonsumsi makanan/minuman yang tak sehat. 
Demikian prinsip-prinsip dasar food combining yang bisa diterapkan oleh kita semua yang mengharapkan tubuh sehat dengan cara yang alami. Semoga bermanfaat ya.



7 comments:

  1. teh mbak yang paling susah aku tinggalkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang-kadang saya minum teh tawar juga teh Lidya, buat teman makan kudapan yang manis rasanya.

      Delete
  2. Replies
    1. Saya juga suka mbak Santi, tapi sesudah sedikit2 ber-food combining saya kurangi kegemaran itu.

      Delete
  3. Wahh... teteh nulis ttg FC. Senangnya. Semakin banyak yang sehaat. amiin..aamiin...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaak mbak Wid jadi malu, pakar FCnya dateng xixixi. Sambil belajar mbak, ditulis biar saya juga disiplin ngeFCnya hehe, makasih ya mbaak

      Delete
  4. Mantap, food combining memang sebaiknya diimbangi dengan olahraga yang teratur juga :)

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di Goresanku ya ^_^