Saturday, August 22, 2015

Chocomory, Ikon Coklat Baru Indonesia





“Siapa suka coklaaat ?”

“Sayaaaaa .....”

Hmm, sebuah dialog imajiner yang terbayang di benak saya saat akan menulis jurnal ini langsung berkelindan. Rasanya, hampir tak ada yang tak suka coklat ya. Kalaupun ada mungkin hanya sedikit orang saja. Coklat dalam segala bentuknya sudah mengepung gaya hidup kita dalam soal kudapan.

Meski begitu, meski saya merasa coklat sudah menjadi salah satu makanan yang paling diminati banyak orang khususnya di Indonesia, tapi jika dibandingkan dengan masyarakat mancanegara ternyata bangsa kita masih kalah jauh dalam hal mengkonsumsi coklat. Bayangkan saja, masyarakat Singapura mengkonsumsi 1 kg coklat per tahun, masyarakat  Swiss yang memang salah satu negara penghasil coklat terbesar dunia mengkonsumsinya sebanyak 9 kg per tahun, tapi bangsa Indonesia hanya mengkonsumsi coklat sebanyak 300 gr per tahun. Padahal, Indonesia adalah negara penghasil coklat peringkat ke-3 dunia, yang berkontribusi sebanyak tujuh belas persen dari total kakao dunia.

Informasi ini saya dapatkan saat menghadiri gathering dengan Chocomory, sebuah brand coklat yang menjadi sayap bisnis PT. Cisarua Mountain Dairy (Cimory) pada industry konfeksioneri coklat hari Jumat kemarin.


Invitation

Berhubung ini tentang coklat, jadi ceritanya saya seneng banget saat menerima undangan dari Chocomory untuk melihat review tentang coklatnya, memperhatikan proses pembuatan produk-produk olahan coklat di pabriknya dan menyimak chocolate cooking demo-nya hari Jumat, 21 Agustus 2015 kemarin di Cimory Riverside, Mega Mendung, Puncak, Bogor.

Undangan dari Chocomory


Saya datang setengah jam terlambat dari waktu yang ditetapkan penyelenggara acara. Sedikit tak enak hati saat di sekitar jalan Raya Puncak terjadi kemacetan yang sempat menghambat perjalanan saya. Sempat curhat kepada suami yang berkenan mengantar sampai ke tujuan bahwa saya tak ingin mengecewakan fihak pengundang. Beruntung, suami berhasil menenangkan saya dan ternyata kami sampai ke lokasi tak terlalu jauh dari rentang waktu yang ditentukan.

Suasana masih agak sepi saat saya melintasi anak tangga pintu masuk Cimory, hanya ada beberapa orang yang sedang mengambil foto di sekitar patung sapi nan lucu yang nampaknya merupakan ikon Cimory. Dengan sok tahunya saya menduga mereka adalah teman-teman media atau blogger yang sama diundang juga. Saya menyapu seluruh ruangan dengan pandangan, dan tanpa kesulitan di sekitar 15 meter dari tempat saya berdiri saya bisa melihat Chocomory Store.

Tiba pagi hari di Cimory Riverside Puncak Bogor


Chocomory Store


Bergegas saya menuju ke sana, tapi tetap saja saya tak menemukan suasana pertemuan yang saya bayangkan. Saya mencoba bertanya kepada seorang pramuniaga yang cantik di sana, dan dengan baik hatinya dia mengantarkan saya ke lantai bawah yang ternyata sudah dihadiri oleh beberapa awak media.

Mbak Putri sebagai PR Chocomory yang beberapa waktu sebelumnya mengundang saya via email menyambut kedatangan saya dengan hangatnya, mengenalkan saya kepada beberapa jurnalis dan lalu mempersilakan saya untuk duduk menunggu hingga acara dimulai. Seorang bapak yang kemudian saya tahu beliau adalah PR/Markom Cimory pun dengan ringan hati menyapa menghampiri. Kesan pertama yang menyemangati.

Bersama mbak Putri PR dari Chocomory

Green tea yoghurt with chocolate sebagai welcome drink




Chocomory, Ikon Coklat Baru

Sessi awal dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Pak Ilham, PR / Markom Chocomory dengan gayanya yang  santai namun lugas. Beliau menyampaikan bahwa Chocomory dibuat atas keprihatinan Cimory disebabkan produksi coklat dalam negeri yang merupakan penyumbang kakao terbesar peringkat 3 dunia namun hingga saat ini masih mengimport bahan mentahnya dari luar negeri.  

Cimory juga sangat concern pada produksi susu para peternak dalam negeri hingga terus membuat inovasi bagaimana caranya agar produksi susu sapi kita tidak terbuang percuma. Cimory ingin menunjukkan bahwa Indonesia pun mampu membuat coklat sekualitas dunia dan menjadi coklat yang ikonik. Berupaya kerasa bagaimana caranya agar ia sebagai brand lokal namun bisa berkualitas premium.

Untuk sampai pada sekian besar ide dan upaya hebat ini tentu tidak melalui perjalanan yang mudah. Sebelumnya, Managing Director Chocomory Bapak Axel dari perjalanannya melanglang buana pada akhirnya menginspirasinya untuk memproduksi coklat lokal dengan mutu internasional. Bisa dikatakan, resep-resep coklat di Chocomory tercipta dari hasil beliau keliling dunia.

Macha Bar Chocolate

Pak Ilham menuturkan, konsep dari kehadiran Chocomory di Puncak adalah untuk menjadi tempat belanja produk coklat yang menghibur, tempat edukasi dan mengapresiasi coklat, juga menjadi tempat membeli oleh-oleh dari Puncak yang kekinian.

Chocomory memiliki kategori produk andalan seperti : Chocolate covered, Chocolate bar, Minibar-Rocher-Lolypop, Almond Crunchies, Chocoreo, Wafer Finger, Crispy Matcha Balls, Hot Chocolate dan Cornflakes.

Dalam meet up kali ini, secara spesial Chocomory memperkenalkan Matcha Chocolate Bar sebagai salah satu produk coklatnya yang ikonik yang membedakannya dari produk-produk kompetitor. Matcha Chocolate Bar ini memiliki rasa dan warna yang unik, bukan karena memasukkan bahan kimiawi karena kualitas Chocomory sama sekali tak menggunakan bahan pewarna dan bahan pengawet melainkan karena memadukan real chocolate dengan ekstrak teh hijau yang diimport langsung dari Jepang.

Saat dikonsumsi, Matcha Chocolate Bar memberikan sensasi tersendiri, mudah meleleh tanpa meninggalkan sisa lemak atau unsur lain di langit-langit mulut.

Coklat Chocomory memang dibuat secara ekslusif dengan bahan utama coklat yang diimport dari Belgia serta mesin-mesin yang juga masih harus diimport dari Swiss dan Jerman karena Chocomory berkomitmen untuk menjaga kualitasnya demi kepuasan konsumen dan menjaga kepercayaan mereka. Semua ini bersesuaian dengan tag line Chocomory ialah :

”Where Happiness Comes Alive”

Untuk mendapatkan produk-produk coklat Chocomory memang tak semudah mendapatkan produk coklat dari brand lain. Konsumen harus datang ke gerai Chocomory di Cimory Riverside, Puncak Bogor atau memesannya secara online.

Managing Director, Bapak Axel yang hadir di tengah-tengah kami pun menyampaikan penjelasannya tentang hal apa yang membedakan Chocomory daripada brand lain yang diantaranya adalah karena Chocomory menyusun resepnya dengan kandungan coklat dalam prosentase yang lebih tinggi daripada yang dimiliki brand-brand lain, itu sebabnya meskipun Chocomory mempunyai produk milk chocolate, tapi ia berwarna lebih gelap dibandingkan milk chocolate dari merek lain.

Managing Director of Chocomory Bpk Axel


Banyak hal lagi yang lebih detail dijelaskan oleh Cheff of Chocomory Factory yakni Bapak Agus Supriyadi saat kami mengunjungi pabrik coklatnya. Di sana saya melihat kecanggihan mesin-mesin modern pembuat aneka jenis olahan coklat bekerja dalam pengawasan karyawan karyawati Chocomory yang sangat menjaga hygienitas. Setiap mesin diletakkan sedemikian rupa agar bagian belakangnya tak menempel ke dinding supaya tak ada kotoran yang menempel di sela-sela yang bisa masuk ke dalam hasil produksinya.


Milk Almond Choco Bar

Almond Cookies



Cheff Agus dengan sabar memberi penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan jurnalis dari beberapa media dan juga blogger tentang bahan dan proses pembuatan produk-produk olahan coklat di Chocomory. Dari beliau saya faham, bagaimana Chocomory menjadi sangat istimewa dalam rasa dan kualitasnya. Ternyata mulai dari mendatangkan bahan-bahan utama coklat dari Belgia plus mesin-mesin modern import serta hygienitas adalah sebagian cara Chocomory berkomitmen atas kualitas tinggi yang dipegang teguhinya.

 And last but not least, hal menenangkan lain yang saya dapakan adalah ternyata produk Chocomory telah mendapat sertifikat halal. Jadi konsumen dari kalangan  muslim tak perlu resah apakah coklat yang dibeli di Chocomory ini bisa dikonsumsi atau tidak.

Pabrik coklat yang bersih dan berperalatan modern

Cheff Chocomory Agus Supriyadi

Sessi terakhir kami adalah menyaksikan Matcha Bar cooking demo dimana  Cheff Agus dan seorang asistennya memperagakan bagaimana Matcha Bar diolah dan dicetak. Saya sendiri menjadi salah satu dari sekian orang yang mencoba ikut mengolah dan mencetak coklat berekstrak teh hijau Jepang itu.

Peragaan mengolah Matcha Bar Chocolate

Nggak tahu pegawai baru apa siapa ini ikutan sibuk bikin  Matcha Bar

Kunjungan yang menyenangkan. Selama hampir 3 jam mengikuti paparan, saya mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Dan lebih dari itu turut larut dalam keyakinan bahwa yes, Indonesia pun kini miliki harapan baru yang mewujud nyata yakni sebagai produsen coklat dengan kualitas dunia tak hendak kalah dari bangsa-bangsa  lain seperti Swiss dan Belgia, sebuah icon coklat kebanggaan di Puncak Bogor.

Terima kasih atas undangannya yang penuh kesan Chocomory :-)


Chocolate Fountain

Serba Coklat


Cuplikan tweet-tweet lucu tentang Chocomory di twitter bergelantungan di langit-langit toko

Kenang-kenangan dalam goodybag dari Chocomory

Terima kasih Chocomory





16 comments:

  1. Coklatnya bikin pengin, mak. :3 Buat pecinta coklat wajib cobain nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajiib wajib banget mak Ila hehe :-)

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
    3. This comment has been removed by the author.

      Delete
  2. Oohhh udah ya gatheringna...
    Huaaaaa mauuu nyobain aku paling beli yang cabang deket sini enyakkk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah Chaa. Wah ada cabangnya ya di situ ? enaaak.

      Delete
  3. rumahnya baru, saya baru singgah ini. Mana coklate enak enak ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehehe monggoo dicoba coklatnya mbak Astin

      Delete
  4. Wah asyiknya jalan2 ke pabrik coklat.... kok ga ada yang ngajak aku ya? hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe mbak Reni kan udah ada yg ngajak duluan ^_^

      Delete
  5. jadi inget filmnya jhonny deep yg ceritanya dia jadi pemilik pabrik coklat itu deh. Kalau yg pernah saya datangi IKM pembuat coklat dgn peralatan yg masih manual mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya ya mbak, aku juga ingat film itu.
      IKM di mana mbak ?. Klo Chocomory peralatannya udah modern mbak dan pabriknya sangat bersih.

      Delete
  6. Jadi galau saya kalau makan coklat.. takut nambah ndut hehehe.. ada yang low fat ga mak?

    ReplyDelete
  7. Jadi galau saya kalau makan coklat.. takut nambah ndut hehehe.. ada yang low fat ga mak?

    ReplyDelete
  8. daku tak diundang hiks hiks, padahal suka cokelat :p

    ReplyDelete
  9. Assalamualaikum mb.
    Saya copy dr ulasan mb :
    last but not least, hal menenangkan lain yang saya dapakan adalah ternyata produk Chocomory telah mendapat sertifikat halal. Jadi konsumen dari kalangan muslim tak perlu resah apakah coklat yang dibeli di Chocomory ini bisa dikonsumsi atau tidak.
    Apakah ini confirm dr label halal yg baru dalam kemasannya?
    Karena terakhir saya terima oleh -oleh chocomory belum ada label halalnya mb, jadi agak kawatir u memakan atau memberikanya kepada orang lain mb?
    Trimakasih atas confirmasi dan penjelasanya.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah singgah di Goresanku ya ^_^