Tuesday, December 22, 2015

Philips, Menjalin Ikatan Ibu dan Anak di Hari Ibu



Philips menjalin ikatan ibu dan anak di hari ibu - Mendekati hari ibu yang di Indonesia selalu diperingati di setiap tanggal 22 Desember setiap tahunnya, saya beruntung menjadi salah satu blogger yang mendapat undangan dari Philips Indonesia yang menyelenggarakan event “Philips Mother’s Day Cooking Class” pada tanggal 13 Desember 2015 kemarin.

Acara ini membuat saya excited karena selain menghadirkan sekitar 70 ibu yang terbagi dalam beberapa kelompok dan 30 anak yang pastinya akan sangat seru dan hangat, juga dipandu oleh cheff muda dan berbakat yaitu Cheff Yuda Bustara serta menampilkan Cheff favorit saya sejak lama yaitu Pak Bondan Winarno.

Wednesday, December 9, 2015

Saat Kehilangan Kau Justru Mendapatkan

Saat kehilangan kau justru mendapatkan - Orang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Ada yang sejenak, ada yang menetap, meski tak benar-benar menetap karena pada akhirnya semua akan berpisah pada saatnya sebagai tanda kefanaan.

Begitupun diri kita, pernah, sedang dan akan mengalami hal serupa itu juga. Kita mungkin juga pernah datang dan mengisi hidup seseorang atau sekelompok orang lalu pergi, meninggalkan jejak kenangan tanpa tersadari entah kita akan selamanya pergi atau suatu hari akan kembali.

Monday, November 30, 2015

Jadikan Orang yang Bersikap Buruk Sebagai Guru ?

Jadikan orang yang bersikap buruk sebagai guru - Suatu hari, seorang teman pernah bertanya opini kami  teman-temannya yang isinya kira-kira seperti ini :

“Apa yang kamu lakukan saat orang lain memandangmu dengan pandangan merendahkan (under estimate / menganggapmu tak bisa apa-apa, atau kemampuanmu kurang bagus  dsb ?

Dan banjir komentar pun datang, rata-rata menjawab bahwa mereka akan diam saja dan menganggapnya angin lalu, atau merasa gusar tapi tak bereaksi negatif sambil terus fokus pada apa yang sedang dikerjakan  dan dikejar.

Kali yang lain, ada juga curhatan seorang teman yang cukup sering mengeluhkan seorang atasan perempuannya yang kerap membuatnya kesal karena dirasa selalu mempersulitnya. Saya jadi teringat sebuah mitos tentang bagaimana menyebalkannya atasan perempuan apalagi kalau atasan itu seorang yang masih single wah wah  bener nggak ya ?

Monday, November 23, 2015

Nikmati Keseharian Bersama Mariza Foods




Nikmati keseharian bersama Mariza Foods - Mendapat kesempatan khusus bisa mengunjungi event JIEXPO di Kemayoran yaitu pameran produk dan jasa serta semua hal yang berkaitan dengan makanan dan minuman baik itu teknologi, bahan baku, perlengkapan serta peralatannya  yang diselenggarakan oleh SIAL group hari Sabtu tanggal 14 bulan November 2015 yang lalu sungguh merupakan hal yang spesial untuk saya, apalagi pergi dan pulang bersama teman-teman blogger yang sama-sama bermukim di kota hujan Bogor dengan menggunakan commuter line.

Berangkat dari rumah sejak pagi pukul 06.00 WIB dan tiba di lokasi acara sekitar jam 9.30an membuat saya dan ketiga teman saya leluasa karena event JIEXPO hari terakhir dari 4 hari waktu pelaksanaannya baru saja dimulai. Mungkin berhubung menjadi hari terakhir penyelenggarannnya juga, suasana di semua hall pameran terasa sangat ramai dan meriah.

Saturday, November 14, 2015

Mengutip Inspirasi Dari Gerobak Jadi Alphard







Judul Buku : Dari Gerobak Jadi Alphard

Penulis : Arie Gaspol

Penerbit : Digna Pustaka

ISBN : 978-602-1669-05-1

Jumlah halaman : 160

Harga : IDR 51000


Takdir memang tak selalu mengikuti kata hati, tapi siapa menyangka takdir yang semula membuat Arie S Hariyanto harus melalui masa kanak-kanaknya penuh dengan keprihatinan karena kemiskinan lambat laun berubah seiring dengan kerja keras yang terus dipacunya karena tingginya cita-citanya untuk membahagiakan ibu dan bapaknya.

Sunday, November 8, 2015

Redam

Hanya ingin berterima kasih ...
Padamu
Ya, padamu

Meski cinta asmara hanya dongeng belaka
Meski pertemuan cuma fatamorgana
Meski lekat saling menatap tak pernah ada

Ku tetap ingin berterima kasih
Padamu

Ya padamu

Monday, November 2, 2015

Membuat Pempek Bareng Asinan Blogger

Membuat pempek bareng Asinan Blogger - Minggu yang lalu, sebenarnya aku nggak berencana ke mana-mana untuk weekend khususnya hari Minggu-nya tanggal 31 Oktober 2015. Tapi begitu di grup whatsapp Asinan Blogger ramai lagi ajakan kumpul buat bikin Pempek bareng, semangat muncul lagi deh dan berniat menyempatkan datang. Udah kangen juga sama teman-teman Asinan Blogger nih.

Akhirnya, sesudah beres-beres rumah sebentar dan menyiapkan keperluan anak-anak yang mau berenang bareng abinya, hari minggu menjelang siang itu aku cus deh berangkat menuju rumah mbak Iwed (Juliana Dewi), teman Asinan Blogger yang sekaligus akan menjadi cheffnya mengajari kita semua grup Asinan Blogger membuat Pempek. Kapan lagi dapat ilmu bikin pempek dari orang Palembang-nya langsung kan. Asyiiik, me time-ku bakal seru nih.

Agak gak enak hati itu saat hadapi macet di jalan raya dekat perumahanku karena sedang ada perbaikan jalan, cemas ketinggalan sessi masak pempeknya gitu meski jarak BNR tempat mbak Iwed tinggal nggak terlalu jauh juga dari rumahku. Alhamdulillah, perjalanan selanjutnya lancar, dan aku nggak terlalu kesulitan mencari lokasi kopdar.

Sudah ada mb Iwed tentu saja sebagai nyonya rumah, mbak Dwina, Melly dan Evrina yang membawa Alfian dan suaminya di sana. Dan satu persatu teman-teman lain pun berdatangan kemudian.
Belum sempat duduk aku sudah ditawari minuman es buah dan pempek serta tekwan buatan mbak Iwed, wah permintaan yang nggak akan pernah sulit ditolak. Jadilah sebagai tamu yang baik aku nunut, meminum sirup yang berisi buah semangka, anggur dan mangga segar serta makan pempek kulit yang enak banget dengan khusyunya.

Penting untuk diingat ya sodara-sodara, acara cooking classnya belum dimulai tapi aku para tamu udah kenyang disuguhi hidangan lezat nan beraneka rupa itu. Permulaan yang baik nih (firasat emak maruk blogger pecinta kuliner Indonesia).

Jadi, hari Minggu kemarin tuh Asinan Blogger akhirnya sukses eksekusi rencana belajar membuat pempek bareng. Bahan-bahannya sudah disediakan mbak nyonya rumah yang baik hati, padahal sebelumnya kita udah siap patungan, bener kan baik hati banget mbak Iwed ^_^.

Setelah hampir semua teman Asinan Blogger yang berencana datang sudah hadir, kami berkumpul mendekat ke meja makan tempat peragaan masak pempek akan dimulai dan siap dengan kamera masing-masing. Bloggers mah memang orangnya begitu, ada event mau mulai tuh yang disiapin kamera dulu, malah peragaannya belum mulai narsisnya udah berkali-kali xixixi.

Nah, singkat kata cara membuat pempek ala mbak Iwed itu begini :

Bahan untuk membuat adonan Pempek Palembang :


  • 1 kg daging ikan tenggiri (untuk mendapat murni 1 kg daging ikan tenggiri tanpa tulang, kulit dan kepalanya kita perlu membeli ikannya seberat 1.5 – 2 kg )
  • 700 gram tepung sagu tani
  • 350 ml air
  • 6 siung bawang putih (setengah gelondong) dihaluskan
  •  3 sendok makan garam
  • 3 sendok makan gula
  • Penyedap rasa secukupnya
  • Lada halus secukupnya
  • 2 butir telur (1 butir untuk adonan, 1 butir untuk isian pempek kapal selam)


Bahan untuk membuat Cuka Pempek :

  • 1 liter air
  • 1 kg Gula Aren
  • ¾ bagian dari 1 batang Asam Jawa
  • Cabe Rawit secukupnya jika suka pedas
  • Bawang putih 6 gelondong



Cara Membuat Pempek Palembang :


1.       Panaskan air di dalam panci hingga mendidih untuk merebus pempek
2.   Sementara menunggu air mendidih, siapkan wadah yang cukup besar untuk membuat adonan
3.       Siapkan wadah yang lebih kecil untuk mencampur bahan lainnya
4.       Masukkan ikan tenggiri ke dalam wadah besar
5.       Masukkan 350 ml air, 2 butir telur, bawang putih halus, garam, gula, lada halus, penyedap rasa ke dalam wadah yang lebih kecil lalu aduk hingga tercampur rata.
6.    Masukkan cairan dalam wadah kecil ke dalam wadah besar yang berisi ikan tenggiri, lalu aduk dengan menggunakan spatula atau sendok besar sampai tercampur rata dan adonan menjadi cukup kalis.
7.    Setelah adonan dirasa sudah menyatu dan kalis bentuklah sesuai dengan pempek apa yang akan dibuat. Jika akan membuat pempek kapal selam, maka ambil segenggam adonan di tangan lalu remas dengan lembut membentuk silinder. Lubangi bagian atas silinder itu lalu masukkan kocokan telur ke dalamnya sebagai isian, lalu tutup kembali dan sekaligus bentuk menyerupai kipas.
8.      Gunakan sisa tepung untuk membentuk pempek agar tidak lengket di tangan.
9.    Untuk pempek lenjer tidak perlu menambahkan kocokan telur untuk isian karena pempek ini murni hanya adonan pempeknya saja. Pempek lener biasanya dibentuk sederhana, hanya bentuk silinder bisa dibuat kecil meanjang lalu dipotong-potong, atau dibuat besar.
10. Jika proses pembentukan pempek sudah selesai, masukkan pempek satu persatu ke dalam rebusan air di dalam panci, tunggu hingga pempek mengambang tanda sudah matang lalu tiriskan.
11. Goreng pempek yang sudah ditiriskan ke dalam minyak panas hingga pempek nampak mengembang dan bagian luarnya nampak renyah. Angkat dan tiriskan.

Cara membuat Cuka Pempek :

Rebus air hingga panas, lalu masukkan gula aren dan asam jawa hingga airnya mendidih. Setelah mendidih masukkan blenderan bawang putih dan cabe halus. Beri garam secukupnya. Setelah cuka dingin saring dan masukkan ke dalam wadah, setelah itu masukkan ke dalam lemari es.


Nah, sekarang kita sudah punya resepnya, bisa bikin sendiri di rumah ya.

Selesai membuat pempek, sambil menunggu digoreng oleh mbak asistennya mbak Iwed di rumah, grup Asinan Blogger diajak ke luar rumah buat foto-foto. Ada banyak spot bagus buat bernarsis ria. Ya, apalah kita tanpa narsis bareng ya (((^_^))). So, ini jadi ajang seseruan lain yang tak terlupakan. Ada pagar rumah orang, manfaatin, ada kolam renang hajar aja. Ada ilalang nganggur, sikaaat. Intinya, kami kalap difoto teman-teman, secara Asinan Blogger jarang ngumpul kayak begini.

Tepat jam 3 sore, sesudah menikmati (lagi) pempek  dan segala macam hidangan kami semua bersiap hendak pulang. Sebagian, seperti Evrina dan mbak Ratna berpamitan duluan karena nampaknya hari akan hujan. Eh, betul aja, nggak sampai 10 menit mereka pergi, hujan lebat tiba-tiba turun dengan derasnya. Ya sudah, kami balik kanan selonjoran lagi di ruang tengah rumah mbak Iwed.  Malah, jadi moment yang romantis sih menurutku karena suasana hujan, dan mbak Iwed menawarkan kopi dan teh panas, so jadilah kopdar Asinan Blogger tambah manis dengan tambahan bincang-bincang ala di kafe-kafe hehe.

Hmm, sepertinya semua merasakan hal yang sama, kopdar buat kita tambah dekat. Semoga Asinan Blogger selalu kompak ya dan semoga suatu hari bisa lebih banyak berbuat untuk orang banyak. Aamiiin.


#AsinanBlogger
#CookingClass
#Bogor

Belum kumpul semua
. Evrina Budiastuti

Posisi menentukan prestasi (motto anak SD)
Doc. Evrina Budiastuti)


Doc. Ratna Amalia

Doc. Ratna Amalia

Doc. Ratna Amalia

Doc. Ratna Amalia


Tuesday, October 27, 2015

Tentang Copas di Hari Blogger Nasional

Tentang copas di hari blogger nasional - Tepat di hari blogger nasional hari Selasa tanggal 27 Oktober 2015 ini, aku malah posting tentang tulisanku di blog yang dicopas orang. Sama sekali nggak ngeh ini hari blogger dan sok  sibuk melayani komenetar-komentar orang di wall facebookku.

Status yang cukup bikin heboh karena ternyata aku sudah mengusik akun seseorang yang cukup populer di dunia para netizen. Semoga mbaknya memaafkan dan Allahpun mengampuni. Bukan karena tulisanku yang dibajak orang sebenarnya yang membuatku sempatkan diri membuat status di facebook hari ini, tulisan blogku yang dicopas itu aku tahu sudah lama dicopas dan dishare tanpa izin di web-web komersil dan atau blog pribadi, status facebook bahkan broadcast BBM dan WA.  Jadi aku memaklumi kemungkinan sang pengcopas mendapatkannya dari sharing di WA. Tapi saat menemukan kasusnya di depan mata terjadi, sebagai bagian dari komunitas yang bekerja di dunia literasi aku punya kewajiban untuk mengingatkan. Entah ingatan itu akan diterima ataupun tidak.

Monday, October 26, 2015

Benarkah Kanker Bukan Penyakit ?

Benarkah kanker bukan penyakit ? - Sejak masih berupa sel kita sudah dikaruniai “pattern” (pola) tertentu yang menjadi semacam blue print sebagai calon manusia. Segala sesuatu yang berada di dalam diri kita baik itu lahir maupun bathinnya akan mengikuti cara kerja “pattern” itu. Dan selama dinamika di dalam jiwa dan raga kita sesuai dengan yang telah dirancang itu maka kita akan baik-baik saja, atau dalam kata lain kita dalam keadaan normal, sehat, bugar dan sebagainya.

Friday, October 23, 2015

About Love Song

About love song - Have you ever heard a song that makes you touched ?
I have 

I mean, I often have touched by some song that remind me about something sweet or not very good experience. I always think, each of us has some songs as a sound background that ever coloured our life *grin

This song, immediately come into my messenger from some one name “facebook user”, with introduction :”I miss her too”

This message must be sent to wrong address, but this beautiful song made me muse

When we love someone, do we realy love him/her ? Or we just in love  with our own shadow about that person ?


Somehow, love is a gift
Shouldn’t be responsed , nor be forced
Love has had perfect when it given
Just offhand
Without reason, without regret

 Maria's farm coutry kitchen

Wednesday, October 21, 2015

Sehat dan Cantik itu Tak Harus Susah dan Mahal

Sehat dan cantik itu tak harus mahal 

“Sehat itu susah, cantik itu mahal”; Mitos atau fakta ?

Pertama, almarhumah Mamaku dulu seringkali didatangi  orang-orang dan menawarkan suplemen yang katanya khasiatnya begini dan begitu.

Dari mulai madu, susu kedelai, kopi, segala obat –obatan atau suplemen dari bahan-bahan herbal yang bisa diminum atau dimakan, sampai obat luar semacam minyak dari tumbuhan ini dan itu  juga alat-alat kesehatan seperti sendal magnet, alat pemijit badan listrik, bantal listrik, kalung dari batu, gelang kesehatan dari magnet,  dan aku nggak ingat macam mana lagi yang pernah ditawarkan dan sebagiannya pernah dibeli Mamaku.

Sunday, October 18, 2015

Bukan Sekedar Fun di Fun Blogging

Mengenal Fun Blogging (FB), buatku sama saja berarti mengenal penggagas dan pendirinya mbak Haya Aliya Zaki (blogger yang juga editor, buzzer, dan kontributor/penulis lepas), teh Ani Bertha (blogger & digital media activist) dan mbak Shinta Ries (blogger & web/blog designer). Meskipun jauh sesudahnya aku rasakan Fun Blogging berbeda, ia bukan lagi grup milik para foundernya tetapi juga milik kami semua bersama para membernya. Ya kebersamaan, itu yang terasakan selama berada di Fun Blogging.

Klise ? Mmm ya mungkin terdengar klise, tapi di Fun Blogging kebersamaan itu sungguh-sungguh bukan klise, bukan sekedar slogan. Malah, yang kutahu, di FB nggak ada slogan atau motto-motto yang pencitraan #ehh, tapi buktinya bisa terasakan.

Aku merasakan di Fun Blogging aktivitas dan karya tulisku di blog dihargai,  admin FB nggak bersinar sendiri, tidak ekslusive, tak pilih-pilih mana yang dekat secara personal ataupun baru kenal, semua member diajak maju bersama bahkan maju bareng adminnya sendiri. Aku heran aja misalnya ada tawaran job review di blog, itu admin ikut antri nulis alamat email, akun twitter sama URL blognya di kolom komentar sama member yang lain xixixi, hebat nih nggak KKN jadi nggak ada sirik-sirikan hehe.

Ya wajarlah ya, kalau soal kerjaan memang sensitif, dan kalau soal yang sensitif ini diakomodasi dengan baik gimana membernya nggak tambah sayang. Hal yang baru kali ini aku rasakan dalam berkomunitas. Makanya aneh, makanya takjub, makanya seneng, dan nggak nyesel joint di Fun Blogging.

Di Fun Blogging ini yang terutama sekali manfaatnya buat member khususnya aku sendiri adalah jadi banyak belajar hal-hal baru. Padahal udah 5 tahun ngeblog tapi baru di Fun Blogging tahu soal blog managerial, membangun net working, meningkatkan persona blog dengan memperhatikan klout score, fungsi analytics, search dan web master di Google, top level domain dan advancing tools. Padahal udah lama ngeblog, tapi baru di Fun Blogging juga aku baru tahu ternyata blog bisa punya nilai tambah dan menghasilkan buat pemiliknya, serta dari Fun Blogging juga aku baru tahu jalan-jalan mana untuk mewujudkan blog yang lebih profesional.

Hal-hal penting tentang dunia blogging yang aku dapatkan di Fun BloggingDoc. Fun Blogging Group

Bertemu Fun Blogging


Mengetahui keberadaan komunitas Fun Blogging awalnya hanya selintas pintas, hanya karena kerap melihat undangan dan aktivitas mbak Haya, mbak Shinta dan Teh Ani berseliweran di time line sosmedku. Fun Blogging itu apa sih ? Sampai kepo searching grup Fun Blogging di facebook daaan gagal sodara-sodara karena ternyata Fun Blogging grup tertutup hehe. Baru benar-benar tahu dan terbayar kepenasarananku saat akhirnya tanggal 14 Juni 2015 bisa ikut menghadiri eventnya di Gedung Comunicasting Academy – Medkom Jl. Sultan Iskandar Muda Arteri Pondok Indah Jakarta Selatan

Kenal pertama begitu berkesan, disambut langsung oleh mbak Haya, belajar bersama teman-teman blogger yang asyik dan mendapat pelajaran pertama tentang blog manajerial hingga memberdayakan blog dengan personal branding. Di kesempatan ini juga aku berkesempatan mengikuti blog writing competition-nya dan mendapatkan apresiasi.

                                                    
Presentasi 3 oleh Teh AniPresentasi 2 by ShintariesMbak Haya sedang memberikan sambutan



Belajar tak berhenti hanya di kelas offline, di ruang online lebih seru lagi setiap hari grup hidup tak hanya oleh sharing postingan-postingan member tapi aku merasa terus dituntun oleh nasehat-nasehat admin yang secara tak langsung terilustrasi di setiap status atau komentar-komentarnya bagaimana menjadi blogger yang baik. 

Misalnya ni ya, teh Ani senang dan sering mengkondisikan kami untuk saling kenal. Di event Fun Blogging 5 teh Ani pernah tuh meminta kami duduk bersisian dengan teman yang baru kenal saat itu. Menurutku ini unik, pan kita maunya kalau duduk berlama-lama itu sama orang yang sudah kenal dan dekat ya. 

Ternyata di grup sosmed FB juga sama, teh Ani membuat program Networking buat member dimana satu member diminta untuk berkenalan dan membuat tulisan di blog tentang seorang member FB lainnya yang baru dikenalnya itu. Ih keren deh, dan aku sampai sekarang belum ngerjain tugas ini *dijewer teh Ani*.

Di Fun Blogging juga sekarang ada program Friday English Day (FED) dimana setiap hari Jum’at kami semua diwajibkan untuk berinteraksi baik di grup online maupun lebih baik lagi di ruang tatap muka dalam bahasa Inggris. Sebagai blogger yang bercita-cita ingin menjadi blogger yang profesional selayaknya kami bisa menguasai atau setidaknya dalam proses mempelajari salah satu bahasa internasional itu. Atas support penuh dari bloggers ; Bunda Yatie Rachmat, mbak Vivera Siregar dan mbak Frieda Herlina program ini jadi berjalan sangat asyik dan so cool pastinya.

Ada yang menarik perhatianku, sesuatu yang selama ini kuanggap biasa saja, di Fun Blogging khususnya oleh Teh Ani acap disuarakan adalah jangan malu dan bersikap meremehkan dalam urusan menunjukkan prestasi dan keberhasilan kepada publik. Kita nggak pernah tahu berapa banyak orang yang terinspirasi dan tergerak hatinya unuk bisa ikut maju karena prestasi kita. Jangan takut dibilang pamer, nggak usah risau dibilang riya, yang tahu hati kita cuma Tuhan, tugas kita hanya selalu membersihkan niat.

Teh Ani juga sering mengingatkan agar di grup kita para member selalu aktif, nggak muncul cuma di saat pembagian rejeki ada job review aja. Di situ kadang saya tersipu malu *tutup muka. Ada satu  pesannya yang pernah beliau sampaikan di inbox yang sampai sekarang saya ingat :

“Ilmu itu amanah yang harus dibagikan. Kalau Winny punya ilmu atau pengalaman boleh dibagikan juga ke teman-teman di grup ya”

Haru, dan selalu terharu mengingat sudah banyak kemajuan di blog saya sejak mengikuti Fun Blogging ini. Sebagai muslim saya hanya diajarkan untuk tahu berterima kasih dan mengingat sesiapa yang membantu saya menjadi lebih baik, jadi dalam kesempatan ini saya dengan kerendahan hati menghaturkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya untuk mbak Haya, teh Ani dan mbak Shinta atas keringanan hati untuk selalu memberi, selalu berbagi dengan kami hingga kami khususnya aku dan blogku bisa jadi seperti sekarang ini.

Karena keterbatasanku, aku belum punya banyak kemampuan membuat video, membuat foto-foto yang bercerita atau apapun untuk mengungkapkan rasa terima kasihku di blog ini, hanya sebaris do’a semoga Allah membalas dengan sebaik-baik dan seindah-indah balasan untuk kalian bertiga. Ternyata bukan sekedar fun di Fun Blogging, tapi kebersamaan kita.


Selamat ulang tahun pertama Fun Blogging semoga bisa semakin berjaya untuk menjadi sebesar-besar manfaat bagi blogger Indonesia. 

I love you mbak Haya, teh Ani, mbak Shinta. I love you Fun Blogging. 

Cheeers Fun BloggingFoto bersama saat Fun Blogging 5Foto dokumentasi Ophi Ziadah 


Artikel ini ditulis untuk merayakan hari jadi Fun Blogging yang pertama 

Friday, October 16, 2015

Hijabku, Nyaman di Hati



Hijabku nyaman di hati - Berjilbab, aku memulainya sejak duduk di kelas 3 SMA. Kalau ingat prosesnya, ada sedih ada senang. Sedihnya, dulu berjilbab nggak semudah remaja-remaja sekarang, ada tantangan dari orang-orang di sekitar bahkan dari orang tua, keluarga besar dan guru sendiri. Senangnya, ternyata tantangan-tantangan itu bisa dilalui dengan baik, tanpa drama yang terlalu melesat ataupun menukik. Kuncinya harus sabar. Ya apalagi, untuk menjalani sesuatu yang baik kita memang perlukan kesabaran bukan.

Dulu, anak gadis berjilbab itu dicuriga, jangan-jangan kepalanya botak, jangan-jangan stress, jangan-jangan ikut-ikut pengajian radikal. Dulu anak gadis berjilbab juga harus siap dikucilkan, dipandang aneh, digunjingkan teman bahkan bisa sampai disuruh pindah sekolah. Jadi, kalau bukan anak pesantren, perempuan yang dalam kesehariannya pake jilbab itu dianggap salah kostum hehe.

Monday, October 12, 2015

Menangkap Peluang dengan Kartu Nama



Menangkap peluang dengan kartu nama - Sekarang, seiring dengan berkembangnya dunia usaha, setiap orang baik para pelaku UMKM sampai yang berkecimpung industri-industri besar rata-rata memiliki kartu nama. Kartu nama diperlukan sebenarnya untuk alasan sederhana, ialah sebagai identitas diri/perusahaan agar produsen yang menjual jasa ataupun barang mudah dicari, gampang dihubungi oleh pihak yang membutuhkannya.

Friday, October 9, 2015

Ngeblog, Buka Pintu Peluangmu

Ngeblog buka pintu peluangmu - Menulis dan blogging dengan bungsuku Rahma di pangkuan sambil memberi ASI dengan segala kehebohannya sampai perlahan dia semakin besar kini sudah duduk di kelas 2 SD dan masih “towel-towel” aku yang lagi nulis itu sampai sekarang sepertinya hal termanis cerita ngeblogku deh. Dan bukan cuma Rahma, karena 3 kakak-kakaknyapun tak seberapa jauh rentang usianya dengan si bungsu ini, masa kecil mereka juga ter-capture dalam semua aktivitas menulis, pasang gambar, editing, hingga publishing blogpost-ku (Anak-anak sering jadi model untuk gambar-gambar pelengkap tulisanku). 

Thursday, October 8, 2015

Transformasi Ide dan Peluang Bersama XL

XL Logo



Transformasi ide dan peluang bersama XL - Bukit Asri Ciomas Indah, itulah nama perumahan tempat di mana aku dan keluargaku tinggal, tapi sejak aktif menggunakan internet, layanan beberapa provider khususnya untuk jaringan internet yang kumanfaatkan “tak seindah” nama  perumahanku, lemot kata orang, melelahkan buatku, karena jaringan internet sangat kubutuhkan untuk keperluan pekerjaanku. 

Kenapa melelahkan ? karena tak peduli seberapa banyakpun kuota yang kubeli ia menjadi tak berguna karena ya itu tadi, lemot, lambat dan bahkan benar-benar hilang justru pada jam-jam produktifku. Kadang pagi-pagi lancar, siang bubar, sore muncul, malam kembali menghilang. Adalah perkara yang tak mungkin untuk mengerjakan tugas yang merapat ke saat deadline, karena kemungkinan gagal kirim atau posting sangat besar.

Thursday, October 1, 2015

BEAR BRAND Gold Susu Enak dan Berkualitas


“Miii ada paket”.
Begitu selalu seruan Rahma bungsu saya kalau tahu ada pak pos datang mengantarkan paket kiriman dari manapun. Dan kali ini dia memekik  kegirangan saat saya membuka bungkusnya yang ternyata isinya paket susu kesukaannya.
“Yeayyy ... Bear Brand Gold !”

Thursday, September 24, 2015

Arafahku

Arafahku

Arafahku di bilik hati
Setiap malam kupandangi dari celah jeruji
Jeruji yang ratusan purnama merantai memenjara diri
Penjara besar bernama nafsuku sendiri

Semula ku hanya mengeja entah
Mengira dunia ini hanya tuk mendapatkan upah
Upah dari segenap upaya yang kusangka hebat dan megah
Yang kunikmati setiap puja puji meski lisan lafalkan hamdalah

Lalu kuterpekur di sudut renung
Menyaksi kisah-kisah hamba nan tak hirau pengakuan
Hingga menggigil setiap yang berdzikir
Merunduk malu setiap yang bernafas

Jika hadir ia tak dikenali, jika tiada tak seorangpun peduli
Namun insan serupa ini terus mengabdi
Siang malam melata memakmur bumi
Bahkan cerca dan caci tak sanggup membuatnya terhenti

Terdengar serupa yang dahulu acap diceritakan Nabi 
Tentang mereka-mereka yang dirindukan syurga
Tentang sesiapa yang menjadi perbincangan langit
Tentang segala yang lalu kufahami ada yang jauh lebih berharga dari apapun di dunia ini

Ikhlas ... ketulusan ...

Hingga ku menatapnya sepenuh rindu
Arafahku ...
Sejatinya ia tak pernah beranjak dari kalbu
Sebaik-baik tempat mengingat, seindah-indah tapak bersujud

Arafahku tak pernah berlari
Dia tetap di sana, setia menanti






Doc. Simsim Wiz's Pinterest


Hatiku  bersama para penerima musibah di Mina, semoga yang wafat mendapat karunia husnul khatimah serta syahadah, aamiin

Saturday, September 19, 2015

Keuntungan Punya ART Part Time

Keuntungan punya ART part time - Sejak menikah dan berbuah hati, terutama setelah pindah rumah ke Bogor, boleh dikata saya nggak pernah sengaja mencari asisten rumah tangga (ART). Hampir semua yang pernah bekerja di rumah, datang mengajukan diri untuk membantu. Entah mungkin karena populasi wanita yang berprofesi ART di sini banyak ya, sehingga rumah mana aja yang memerlukannya hampir pasti mendapatkannya.

Sistem kerja ART di lingkungan perumahan saya beragam, ada yang menginap ada yang bekerja harian (istilah kami di sini untuk ART seperti ini adalah “pulang hari”). Kebanyakan di antara mereka adalah ART yang bekerja dengan tipe ke dua, ialah pulang hari, karena tempat tinggal mereka berdekatan dengan rumah-rumah tempat mereka bekerja.

Friday, September 11, 2015

You Will be There Someday

You will be there someday  - Suatu hari, udah cukup lama juga sih kejadiannya, saya posting foto hadiah lomba sebuah Giveaway (GA)  yang berukuran cukup besar di Facebook. Di captionnya saya hanya mengucapkan terima kasih pada si pengirim yang juga penyelenggara GAnya.  Di antara sekian banyak teman yang berkomentar positif, ikut senang dan mengucapkan selamat, ada seseorang yang  berkomentar seperti ini :

“Harus ya, hadiah dibikin jadi status ?”

Thursday, September 10, 2015

Optimasi Media Social Commerce

Optimasi media social commerce - Sehari saja tanpa gadget, bisakah ? Apalagi kalau yang disebut gadget itu sebangsa smartphone, buat saya itu nggak bisa. Nggak Cuma buat keperluan komunikasi dengan keluarga dan relasi, tapi mobile gadget itu sudah melekat sebagai rujukan saya untuk mendapatkan banyak hal yang saya perlukan. Dari mulai menu dan resep masakan, info list harga bahan pokok di supermarket, tempat browsing info-info kesehatan/kecantikan, tempat belajar gerakan-gerakan yoga, tempat silaturahmi dengan teman-teman di grup-grup online, tempat berkoordinasi online dengan grup-grup kepenulisan dan grup support cancer, tempat menulis setiap hari untuk blog mapun sekedar draft di file (jika dalam perjalanan saya sering menulis menggunakan smartphone), tempat untuk mendapatkan job dari agent melalui email dan bahkan untuk berbelanja online.

Tuesday, September 8, 2015

Beras Maknyuss : Buat Nasi Liwet Makin Maknyuss

Beras Maknyuss membuat nasi liwet makin maknyuss : Itu memang benar adanya. Kemarin saya mencoba membuat nasi liwet pesanan Rahma untuk bekal makan siangnya di sekolah, sudah kangen nasi liwet dia rupanya hehe. Agak-agak ragu juga mau ngeliwet pake beras baru, takut salah takaran airnya. Tapi alhamdulillah, ternyata semua baik-baik saja, bahkan nasi liwet Beras Maknyuss terasa lebih enak di lidah karena rasa pulen dan harumnya, padahal dari tagline yang tercantum di kemasannya beras Maknyuss nyata-nyata tanpa pewangi, bahkan tanpa pemutih dan tanpa pengawet juga.


Beras Maknyuss ukuran 5 kg



Yup, makanan yang aman dari bahan-bahan kimia memang salah satu syarat makanan sehat, dan beras adalah jenis makanan pertama dan utama yang harus memenuhi syarat itu karena dia dikonsumsi setiap hari oleh keluarga di Indonesia kan, termasuk keluargaku juga.

Biasanya, untuk konsumsi keluarga, kami menggunakan beras hasil panen sawah milik orang tua dari kampung yang insya Allah terjamin kemurniannya, tanpa campuran apapun termasuk campuran bahan-bahan berbahaya. Tapi, beras dari kampung tak selalu tersedia setiap waktu, ada saatnya belum usai sebulan persediaan beras di rumah sudah habis. Nah, kalau sudah begitu saya biasa membelinya dari toko grosir beras dekat rumah saja. 

Masalahnya, membeli beras jaman sekarang harus hati-hati ya, sejak beredarnya issue beras berpemutih saya agak was-was juga, sampai ngelus dada koq ada sih penjual beras yang kepikiran masukkin zat pemutih ke beras jualannya. Jujur, soal beras saya nggak pernah menuntut beras itu harus putih seputih-putihnya kayak seragam dokter #eh. Yang penting dia bersih sudah cukup. Mungkin bagi sebagian orang, warna beras yang sangat putih itu penting, dan mungkin itu juga sebabnya yang membuat beberapa oknum penjual beras memasukkan bahan pemutih ke dalam beras dagangannya. Atau bisa jadi juga, untuk menutupi kualitas beras mereka yang kurang baik akhirnya mereka menggunakan bahan-bahan kimia yang berbahaya termasuk si pemutiih baju ini. Serem ya. 

Sejak suka beli beras di warung ataupun toko, saya berusaha mencermati beras dari tampilannya, apakah dia bening tanpa warna kekuningan, tak ada kutu dan kerikil-kerikil. Dari aromanya juga, beras yang baru dan baik tidak akan berbau apek. Kemudian teksturnya, beras yang baik biasanya memiliki tekstur yang kuat, tidak mudah patah. Periksa juga beras dengan meremasnya di genggaman, apakah dia kering atau licin. Beras yang bermutu baik akan terasa kering di tangan, tidak lengket maupun licin.

Ribet ? ya gapapa ribet sedikit, untuk makanan keluarga kita harus pasang high quality standard kan. Demi kesehatan orang-orang yang kita sayang, memang harus mau serius memilih dan memilah, apalagi di jaman di mana penyakit-penyakit berat bermunculan gara-gara makanan, tak cuma karena mengandung bahan-bahan kimia berbahaya saja tapi juga karena proses pengolahan yang salah sejak awal.

Nah yang menarik dari Beras Maknyuss ini karena ia menawarkan banyak kebaikan beras, selain bebas pemutih, bebas pengawet dan bebas pewangi, ia juga pulen dan bergizi. Terbukti dari hasil masakan nasi liwetku, setelah mencuci berasnya dan menambahkan air ke dalamnya, lalu saya masukkan tumisan bawang merah dan putih, cabe merah, lengkuas, sedikit minyak dan daun salam serta serai plus yang terpenting ikan teri medan dan potongan jambal roti, hasilnya nasi liwet saya matang sempurna dan lezat rasanya sampai Rahma tak rela meninggalkan sebutirpun nasi di kotak makanannya.

Nasi Liwet sudah matang ...yippiiie

Makan yuk .... 


Nah, buat teman-teman yang ingin merasakan nasi yang enak dan sedap, cobain deh berasnya pake Beras Maknyuss, ditanggung nasi di rice cookernya nggak akan bersisa, tandas setandas-tandasnya. 


Add caption

Claim :


Beras Maknyuss adalah beras varietas IR64 berstandar ISO dan SNI yang telah diproses dengan teknologi tinggi sehingga :

  1. Tidak memerlukan pemutih karena telah diproses dengan teknologi modern untuk menghasilkan beras yang berwarna putih alami.
  2. Tidak memerlukan pengawet karena beras telah melalui proses pengeringan yang optimal.
  3. Tidak memerlukan pewangi karena langsung dikemas setelah melalui proses sebelumnya.

Beras Maknyuss saat ini bisa diperoleh di pasar-pasar tradisional, toko beras, toko kelontong, mini market, supermarket, dan modern outlet seperti : Carrefour, Hypermart, Foodmart, Lotte Mart, Lotte Wholesale, Giant, Hero, Ranch Market, Farmers, Lion Superindo, Diamond, Tip Top, Naga, Alfamart dan AEON.

Thursday, September 3, 2015

Hati-Hati dengan Cara Pengolahan Makanan Cepat Saji

Hati-hati dengan cara pengolahan makanan siap saji - Seperti pikiran dan kegiatan para ibu biasanya, setiap pagi sudah duduk manis di benak, rencana akan masak apa untuk keluarga hari ini. Dan pagi tadi, saya sendiri setelah mengantar anak-anak ke sekolah langung mengarahkan kendaraan untuk berbelanja bahan masakan ke warung langganan. Selain memasak, ada makanan yang sudah dipesan Rahma bungsu saya malam sebelumnya untuk membuatkannya spagheti kesukaannya untuk makan siangnya di sekolah. Oya, karena anak-anak sekolah di full day school dimana jam belajar di sekolahnya baru usai sore hari, saya harus menyiapkan dan mengantar makan siang mereka setiap hari.

Tuesday, September 1, 2015

Menjaring Asa di Portal Kerajinan Indonesia

Menjaring asa di portal kerajinan Indonesia


Tujuh Puluh Tahun Indonesia


Indonesia, negeri yang kita cinta dengan rentang setiap batas yang begitu luas dan panjangnya serta seisi tanah dan airnya yang berlimpahan sumber daya hingga orang-orang menyebutnya negeri yang kaya, telah berabad-abad dengan setia membaktikan keberadaannya untuk manusia-manusia yang berhidup di atasnya dan mengaku sebagai pemiliknya. Kini di usia ke-70 tahunnya sebagai Negara Republik Indonesia sudah seberapa besarkah kita memuliakannya ?

Sunday, August 30, 2015

Delapan Alasan Suka Drama Korea

Delapan alasan suka drama Korea - Dulu saya sering heran, kenapa ya orang-orang suka sekali drama Korea.
Heran, karena mereka sampai hafal nama bintang-bintangnya, kalo lagi pada chatting di grup ngalir aja sebut nama-nama idolanya seolah mereka itu temen-temen SDnya hehehe.

Sementara rekor saya sampai sekarang baru se Lee Min Ho - Lee Min Ho nya. Eh ada ding satu lagi, Ji Chang Wook si pemeran drama "Healer" satu-satunya striping drakor yang semua episodenya saya tonton habis *

Tuesday, August 25, 2015

Etika di Grup Online, Perlukah ?

Etika di grup online,  perlukah?  - Sekarang, dengan makin banyaknya orang menggunakan smartphone, semakin banyak juga orang yang menggunakan fitur aplikasi seperti Whatsapp, BBM, Telegram, Line dll untuk bisa saling terkoneksi satu sama lain. Banyak sekali kebaikan yang diberikan fasilitas chatting ini buat kita, terutama dalam hal komunikasi.

Dari semula fasilitas chatting hanya bisa digunakan secara perorangan, sekarang mengikuti inovasi sosial media, aplikasi chatting di smartphone juga bisa digunakan secara berkelompok atau grup. Biasanya, terbentuknya grup-grup online di smartphone ini karena alasan kemudahan menyampaikan informasi. Saat diperlukan, sebuah informasi dapat disampaikan dengan sekali share  kepada sekian banyak orang di dalam sebuah grup tanpa harus mengetik hal yang sama berulang-ulang.

Monday, August 24, 2015

Jeruk Nipis Obat Keracunan Makanan

Jeruk nipis obat keracunan makanan 
Disclaimer :

Tulisan saya sekarang sekedar sharing pengalaman saya dan keluarga, belum tentu berlaku sama pada semua orang. Tapi mungkin bisa menjadi salah satu referensi di antara referensi yang lain. Tetap bijak memilih dan memilah ya


***


Sesuatu yang selama ini saya tahu peristiwanya hanya dari berita-berita di TV, ternyata kejadian juga di keluarga saya. Keracunan makanan !

Saturday, August 22, 2015

Chocomory, Ikon Coklat Baru Indonesia





“Siapa suka coklaaat ?”

“Sayaaaaa .....”

Hmm, sebuah dialog imajiner yang terbayang di benak saya saat akan menulis jurnal ini langsung berkelindan. Rasanya, hampir tak ada yang tak suka coklat ya. Kalaupun ada mungkin hanya sedikit orang saja. Coklat dalam segala bentuknya sudah mengepung gaya hidup kita dalam soal kudapan.

Meski begitu, meski saya merasa coklat sudah menjadi salah satu makanan yang paling diminati banyak orang khususnya di Indonesia, tapi jika dibandingkan dengan masyarakat mancanegara ternyata bangsa kita masih kalah jauh dalam hal mengkonsumsi coklat. Bayangkan saja, masyarakat Singapura mengkonsumsi 1 kg coklat per tahun, masyarakat  Swiss yang memang salah satu negara penghasil coklat terbesar dunia mengkonsumsinya sebanyak 9 kg per tahun, tapi bangsa Indonesia hanya mengkonsumsi coklat sebanyak 300 gr per tahun. Padahal, Indonesia adalah negara penghasil coklat peringkat ke-3 dunia, yang berkontribusi sebanyak tujuh belas persen dari total kakao dunia.

Informasi ini saya dapatkan saat menghadiri gathering dengan Chocomory, sebuah brand coklat yang menjadi sayap bisnis PT. Cisarua Mountain Dairy (Cimory) pada industry konfeksioneri coklat hari Jumat kemarin.


Invitation

Berhubung ini tentang coklat, jadi ceritanya saya seneng banget saat menerima undangan dari Chocomory untuk melihat review tentang coklatnya, memperhatikan proses pembuatan produk-produk olahan coklat di pabriknya dan menyimak chocolate cooking demo-nya hari Jumat, 21 Agustus 2015 kemarin di Cimory Riverside, Mega Mendung, Puncak, Bogor.

Undangan dari Chocomory


Saya datang setengah jam terlambat dari waktu yang ditetapkan penyelenggara acara. Sedikit tak enak hati saat di sekitar jalan Raya Puncak terjadi kemacetan yang sempat menghambat perjalanan saya. Sempat curhat kepada suami yang berkenan mengantar sampai ke tujuan bahwa saya tak ingin mengecewakan fihak pengundang. Beruntung, suami berhasil menenangkan saya dan ternyata kami sampai ke lokasi tak terlalu jauh dari rentang waktu yang ditentukan.

Suasana masih agak sepi saat saya melintasi anak tangga pintu masuk Cimory, hanya ada beberapa orang yang sedang mengambil foto di sekitar patung sapi nan lucu yang nampaknya merupakan ikon Cimory. Dengan sok tahunya saya menduga mereka adalah teman-teman media atau blogger yang sama diundang juga. Saya menyapu seluruh ruangan dengan pandangan, dan tanpa kesulitan di sekitar 15 meter dari tempat saya berdiri saya bisa melihat Chocomory Store.

Tiba pagi hari di Cimory Riverside Puncak Bogor


Chocomory Store


Bergegas saya menuju ke sana, tapi tetap saja saya tak menemukan suasana pertemuan yang saya bayangkan. Saya mencoba bertanya kepada seorang pramuniaga yang cantik di sana, dan dengan baik hatinya dia mengantarkan saya ke lantai bawah yang ternyata sudah dihadiri oleh beberapa awak media.

Mbak Putri sebagai PR Chocomory yang beberapa waktu sebelumnya mengundang saya via email menyambut kedatangan saya dengan hangatnya, mengenalkan saya kepada beberapa jurnalis dan lalu mempersilakan saya untuk duduk menunggu hingga acara dimulai. Seorang bapak yang kemudian saya tahu beliau adalah PR/Markom Cimory pun dengan ringan hati menyapa menghampiri. Kesan pertama yang menyemangati.

Bersama mbak Putri PR dari Chocomory

Green tea yoghurt with chocolate sebagai welcome drink




Chocomory, Ikon Coklat Baru

Sessi awal dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Pak Ilham, PR / Markom Chocomory dengan gayanya yang  santai namun lugas. Beliau menyampaikan bahwa Chocomory dibuat atas keprihatinan Cimory disebabkan produksi coklat dalam negeri yang merupakan penyumbang kakao terbesar peringkat 3 dunia namun hingga saat ini masih mengimport bahan mentahnya dari luar negeri.  

Cimory juga sangat concern pada produksi susu para peternak dalam negeri hingga terus membuat inovasi bagaimana caranya agar produksi susu sapi kita tidak terbuang percuma. Cimory ingin menunjukkan bahwa Indonesia pun mampu membuat coklat sekualitas dunia dan menjadi coklat yang ikonik. Berupaya kerasa bagaimana caranya agar ia sebagai brand lokal namun bisa berkualitas premium.

Untuk sampai pada sekian besar ide dan upaya hebat ini tentu tidak melalui perjalanan yang mudah. Sebelumnya, Managing Director Chocomory Bapak Axel dari perjalanannya melanglang buana pada akhirnya menginspirasinya untuk memproduksi coklat lokal dengan mutu internasional. Bisa dikatakan, resep-resep coklat di Chocomory tercipta dari hasil beliau keliling dunia.

Macha Bar Chocolate

Pak Ilham menuturkan, konsep dari kehadiran Chocomory di Puncak adalah untuk menjadi tempat belanja produk coklat yang menghibur, tempat edukasi dan mengapresiasi coklat, juga menjadi tempat membeli oleh-oleh dari Puncak yang kekinian.

Chocomory memiliki kategori produk andalan seperti : Chocolate covered, Chocolate bar, Minibar-Rocher-Lolypop, Almond Crunchies, Chocoreo, Wafer Finger, Crispy Matcha Balls, Hot Chocolate dan Cornflakes.

Dalam meet up kali ini, secara spesial Chocomory memperkenalkan Matcha Chocolate Bar sebagai salah satu produk coklatnya yang ikonik yang membedakannya dari produk-produk kompetitor. Matcha Chocolate Bar ini memiliki rasa dan warna yang unik, bukan karena memasukkan bahan kimiawi karena kualitas Chocomory sama sekali tak menggunakan bahan pewarna dan bahan pengawet melainkan karena memadukan real chocolate dengan ekstrak teh hijau yang diimport langsung dari Jepang.

Saat dikonsumsi, Matcha Chocolate Bar memberikan sensasi tersendiri, mudah meleleh tanpa meninggalkan sisa lemak atau unsur lain di langit-langit mulut.

Coklat Chocomory memang dibuat secara ekslusif dengan bahan utama coklat yang diimport dari Belgia serta mesin-mesin yang juga masih harus diimport dari Swiss dan Jerman karena Chocomory berkomitmen untuk menjaga kualitasnya demi kepuasan konsumen dan menjaga kepercayaan mereka. Semua ini bersesuaian dengan tag line Chocomory ialah :

”Where Happiness Comes Alive”

Untuk mendapatkan produk-produk coklat Chocomory memang tak semudah mendapatkan produk coklat dari brand lain. Konsumen harus datang ke gerai Chocomory di Cimory Riverside, Puncak Bogor atau memesannya secara online.

Managing Director, Bapak Axel yang hadir di tengah-tengah kami pun menyampaikan penjelasannya tentang hal apa yang membedakan Chocomory daripada brand lain yang diantaranya adalah karena Chocomory menyusun resepnya dengan kandungan coklat dalam prosentase yang lebih tinggi daripada yang dimiliki brand-brand lain, itu sebabnya meskipun Chocomory mempunyai produk milk chocolate, tapi ia berwarna lebih gelap dibandingkan milk chocolate dari merek lain.

Managing Director of Chocomory Bpk Axel


Banyak hal lagi yang lebih detail dijelaskan oleh Cheff of Chocomory Factory yakni Bapak Agus Supriyadi saat kami mengunjungi pabrik coklatnya. Di sana saya melihat kecanggihan mesin-mesin modern pembuat aneka jenis olahan coklat bekerja dalam pengawasan karyawan karyawati Chocomory yang sangat menjaga hygienitas. Setiap mesin diletakkan sedemikian rupa agar bagian belakangnya tak menempel ke dinding supaya tak ada kotoran yang menempel di sela-sela yang bisa masuk ke dalam hasil produksinya.


Milk Almond Choco Bar

Almond Cookies



Cheff Agus dengan sabar memberi penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan jurnalis dari beberapa media dan juga blogger tentang bahan dan proses pembuatan produk-produk olahan coklat di Chocomory. Dari beliau saya faham, bagaimana Chocomory menjadi sangat istimewa dalam rasa dan kualitasnya. Ternyata mulai dari mendatangkan bahan-bahan utama coklat dari Belgia plus mesin-mesin modern import serta hygienitas adalah sebagian cara Chocomory berkomitmen atas kualitas tinggi yang dipegang teguhinya.

 And last but not least, hal menenangkan lain yang saya dapakan adalah ternyata produk Chocomory telah mendapat sertifikat halal. Jadi konsumen dari kalangan  muslim tak perlu resah apakah coklat yang dibeli di Chocomory ini bisa dikonsumsi atau tidak.

Pabrik coklat yang bersih dan berperalatan modern

Cheff Chocomory Agus Supriyadi

Sessi terakhir kami adalah menyaksikan Matcha Bar cooking demo dimana  Cheff Agus dan seorang asistennya memperagakan bagaimana Matcha Bar diolah dan dicetak. Saya sendiri menjadi salah satu dari sekian orang yang mencoba ikut mengolah dan mencetak coklat berekstrak teh hijau Jepang itu.

Peragaan mengolah Matcha Bar Chocolate

Nggak tahu pegawai baru apa siapa ini ikutan sibuk bikin  Matcha Bar

Kunjungan yang menyenangkan. Selama hampir 3 jam mengikuti paparan, saya mendapat banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Dan lebih dari itu turut larut dalam keyakinan bahwa yes, Indonesia pun kini miliki harapan baru yang mewujud nyata yakni sebagai produsen coklat dengan kualitas dunia tak hendak kalah dari bangsa-bangsa  lain seperti Swiss dan Belgia, sebuah icon coklat kebanggaan di Puncak Bogor.

Terima kasih atas undangannya yang penuh kesan Chocomory :-)


Chocolate Fountain

Serba Coklat


Cuplikan tweet-tweet lucu tentang Chocomory di twitter bergelantungan di langit-langit toko

Kenang-kenangan dalam goodybag dari Chocomory

Terima kasih Chocomory





Thursday, August 20, 2015

Rumah Impian, Rumah Kita

Hanya bilik bambu tempat tinggal kita

Tanpa hiasan, tanpa lukisan

Beratap jerami, beralaskan tanah

Namun semua ini punya kita

Memang semua ini milik kita sendiri



Hanya alang-alang pagar rumah kita

Tanpa anyelir tanpa melati

Hanya bunga bakung tumbuh di halaman

Namun semua itu punya kita
Memang semua itu milik kita