Friday, February 22, 2013

Kau di Asa Senja

Gemawan, awan bergumpal-gumpal.
Kelabu itu masih senang bersemayam di langit kita.
Dekatlah kepada Ibu nak, biar kukibas basah di parasmu yang rembulan.
Hari telah senja, Ibu ingin memelukmu menanti malam tiba.

Kupandangi binar matamu yang kejora.
Ah semoga tak pernah ada hujan karena kesedihan disana.Engkau bidadariku yang mengusap elus bathinku disejak hadirmu dalam rahimku.Kusaksikan engkau tumbuh dalam ketak-sempurnaanku memelihara dan mendidikmu.Namun Tuhan baik kepadaku. DIA menjaga dan menaungimu selama didalam asuhanku.Entah untuk berapa lama lagi Ibu dapat menemanimu.
Tetapi satu yang harus kau tahu, bagaimanapun keadaan Ibu, Tuhan selalu bersamamu.
Dan bila kau rindu, Ibu selalu ada disitu, di dalam ingatanmu. :)


Ahh hangatnya dekapanmu.
Kelak tangan mungilmu ini akan mendekap banyak orang yang perlukan kasih sayangmu ya nak. Usaplah kepala anak-anak yatim piatu. Peluklah orang-tua orang-tua yang telah lemah kesepian.Tanganmu ini diciptakan Tuhan untuk memberi kaum yang dha'if, bukan untuk mengambil hak mereka.
Dan Ibu adalah orang yang akan paling merindukan sentuhanmu nanti :)


Apa ini yang berdetak-detak didadaku ? Ahh, ternyata degup jantungku.
Kau sedang bisikkan :"Aku sayang Ibu"
Merinai sungai mataku
Bibirmu ini selalu menyenangkan hatiku.
Kelak, ia akan menyenangkan hati banyak orang pula ya nak.
Berkatalah yang baik tak sia-sia.
Selalu jujurlah tak perlu berdusta.
Aku tahu kau akan melakukannya, karena hanif adalah fitrah setiap kita.


Kupandangi matamu yang hujan.
Kelak mata ini akan tersenyum dan meneteskan airnya karena cinta seseorang
Aku ingin melihat lelaki yang kau dambakan itu nak
Ia pastilah sangat manis hingga dapat memikat hatimu
Mungkin dari keberaniannya demi menjagamu
Mungkin dari sopan santunnya demi memuliakanmu
Mungkin dari kesetiaannya demi cintanya kepadamu
Dan tiada semua itu lahir melainkan karena agamanya.
Tiada kebahagiaan melainkan dalam ikatan  iman.
Semoga masih ada kesempatan Ibu menyaksikan semua itu.


Kau hanya tertawa saja.
Tentu saja, kau selalu tertawa jka kugelitiki perut buncitmu ini.
Kelak dari perut ini akan lahir cucu-cucuku.
Aku tahu kau akan menjadi Ibu yang baik untuk mereka.
Untuk itu Ibupun akan berjuang menjadi Ibu yang baik untukmu.
Walau banyak yang harus kuakui dari samudra kealpaanku.
Agar kau dapat belajar mengetahui kekuranganku, untuk kau perbaiki dalam peranmu kelak.


Putriku sayang ...
Engkau adalah kecintaanku dan selamanya do'aku kan selalu mengiringi kehidupanmu.
Namun dunia ini tak seramah yang terlihat.
Meski engkau telah bertahan dalam batas, akan selalu ada riak yang goyahkan bidukmu.
Dimana segala yang telah engkau faham dan yakini seakan hilang tak bisa kau raih.
Akan ada saat-saat dimana kau merasa jalan telah buntu
Akan datang masa dimana kau tak bisa melihat jalan keluar.
Namun kau harus percaya Tuhan selalu bersama.
DIA tak kan pernah meninggalkanmu sendirian dalam keterpurukan.
Cahaya diatas cahaya ... jawabkan segala rahasia

Hanya satu yang kau butuhkan
Tetaplah setia dalam keluhuran
Jangan pernah tertipu dunia yang semakin mengesankan


Ahh, adzan telah diperdengarkan.
Segeralah jelang air wudhumu nak.
Semoga masih dipanjangkan kesempatan kita bersujud bersama dihadapan Tuhan.
Menyesap cintaNYA dalam senja penuh kedamaian .
Kirimkan Ibu hadiah do'a darimu ya nak.
Kusayangi engkau disegenap munajatku dan selangit harapan.
Semoga selalu, di dunia dan akhirat nanti, kita dibersamakan.


*Kecup*

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah singgah di Goresanku ya ^_^